Bantuan Listrik Gratis Dicabut, di Bangkalan Sisa Tunggakan Rp1,2 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PELAYANAN: Salah satu konsumen PLN yang mengurus penambahan daya, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan listrik gratis selama wabah Covid-19 telah dihentikan. Kini penerima bantuan listrik gratis kembali harus membayar. Pembayaran itu akan dimualai pada bulan April mendatang.

Manajer Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan Pangky Yongkinata menjelaskan, pemberhentian program listrik gratis tersebut merupakan kebijakan dari PLN pusat. Meski harus membayar lagi bulan depan, pihaknya telah membuat kebijakan dengan menurunkan pembayaran atau memberikan stimulus pembayaran hingga 50 persen.

Bacaan Lainnya

“Untuk konsumen dengan daya 450 VA (volt ampere) yang masuk MR akan langsung mendapatkan potongan sebesar 50 persen,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Menurut Pangky, sedangkan untuk pengguna daya sebesar 900 VA yang juga masuk MR hanya mendapatkan diskon pembayaran listrik sebesar 25 persen. Di mana diskon tersebut akan langsung berupa potongan saat tagihan bulanan April mendatang.

“Kalau prabayar nanti saya contohkan jika membeli Rp100 ribu biasanya akan terisi listrik sebanyak Rp73 ribu. Nanti akan secara otomatis menjadi Rp100 ribu,” jelasnya.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, maka pelanggan prabayar golongan 450 VA dan 900 VA subsidi tidak lagi menerima token gratis secara cuma-cuma. Alasannya, karena perekonomian mulai membaik dan tidak ada yang tau sampai kapan wabah covid-19 berakhir.

“Ini merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah untuk masyarakat di tengah wabah Covid-19,” jelasnya.

Lanjut dia, selama digratiskannya rekening listrik sebesar 100 persen sebelumnya. Pangky menuturkan, tunggakan utang pembayaran ke PLN Rayon Bangkalan mulai berkurang. Kini, kata dia, hanya tersisa Rp1,2 miliar. Meski nominalnya masih besar, diakuinya hal tersebut mengalami penurunan yang biasanya mencapai Rp3 miliar.

“Tunggakan ini kan bukan rahasia lagi ya, sekarang berkurang hanya Rp1,2 miliar. Semoga bisa terlunasi,” tutupnya. (ina/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *