oleh

Bantuan Perahu Berbahan Bakar Gas di Sumenep Tunggu PAK

Kabarmadura.id/Sumenep– Bantuan mesin perahu berbahan bakar Liquified Petroleum Gas (LPG) gagal terealisasi di bulan Agustus kemarin. Sebab terdapat kealaahan tehknis dan tidak tepat waktu pelaksanaanya. Hal ini diakui, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Edie Ferrydianto, Kamis (24/09/2020).

Menurutnya, saat ini program.tersebut harus diajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK). Sedangkan sumber dananya melalui  anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Murni.  “Harus diajukan di PAK. Sebab, banyak masyarakat yang sudah mengajukan dan perencanaan sebelumnya juga ada,” katanya.

Dia menjelaskan, jika desetujui bantuan tersebut akan disalurkan pada Kecamatan Gili Genting, Ambunten dan Kecamtan Kepulauan seperti Masa Lembu dan Ra ‘as. “Anggaran tersebut diajukan senilai Rp180 juta,” ujarnya.

Saat ini sudah ditandatangani oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan diajukan ke Pemeritah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Sehingga, masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim. “Saat ini masih tahap menunggu dari Pemprov Jatim,” paparnya.

Edie berharap, nelayan pemilik mesin berbahan bakar LPG agar tetap bisa memanfaatkan secara maksimal. “Jangan sampai karena bantuan mesin belum cair merasa kendor. Tetap semangat,” harapnya.

Banyak kegunaan mengenai perahu yamg memakai bahan bakar LPG dan sebagai perbandingan untuk sekali pergi pulang melaut, nelayan harus membawa 7-8 liter solar dengan ongkos Rp51.600.

“Tetapi melalui konverter kit cukup membawa 1 tabung gas seharga Rp18.000. Semoga bantuan mesin dapat terealisasi dengan baik nantinya,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari juga berharap perjuangannya pada tataran masyarakat untuk mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah yakni, menganggarkan pembelian alat itu dan dibagikan kepada nelayan seluruh tanah air secara gratis.

“Khususnya di Sumenep. Dengan demikian, para nelayan juga dapat menghemat ekonomi dan tidak ada lagi keluhan mengenai kekeurangan mesin LPG. Kami wakil rakyat terus mendukung bantuan yang bisa ermafaat pada masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, setelah dana di PAK tersebut cair. Maka, dinas terkait harus mempergunakan dengan baik. Sehingga, keadilan betul-betul terasa. “Jangan sampai ada penyelewengan anggaran,” pungkasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed