Bantuan Pupuk ZK Tidak Jelas

  • Whatsapp
PUPUK: Tunjangan pupuk baru terealisasi padahal kondisi tembakau sudah banyak yang panen.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep pesimis terhadap terialisasinya bantuan pupuk ZK, karena sampai saat ini dari pemerintah Jawa Timur belum juga mengirimkan bantuan tersebut. Padahal tembakau petani sudah ada yang pantas diberi asupan pupuk ZK.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep melalui kepala bidang (Kabid) Perkebunan Abdul Hamid, selain harus melalui jalur pihak ketiga atau harus melalui jalan lelang untuk pengantarannya agar sampai ke Kabupaten Sumenep, pupuk ZK juga belum mendapat SK dari Pemprov Jawa Timur.

“Kalau pupuk ZK belum datang ke sini mas, kami tidak tahu secara pasti kapan dikirim ke sini oleh pemerintah Jawa Timur. Kalau kabarnya masih belum di-SK-kan oleh kementrian,” katanya, Senin  (8/7).

Hamid juga mengakui, pada musim ini sudah banyak tembakau di Sumenep yang layak untuk ditaburi pupuk ZK, karena selain melindungi tembakau dari kerusakan, pupuk ZK juga berfungsi menambah atau meningkatkan berat tembakau. Dan untuk sementara pihaknya masih kebingungan dalam memberikan solusi terhadap lambatnya realisasi pupuk ZK tersebut.

“Padahal sudah ada tembakau petani yang sudah besar, dan layak sudah dipupuk ZK, kami hanya bingung saja ini,” imbuhnya

Salah seorang petani tembakau, Moh Hosnan mengaku sangat butuh terhadap pupuk ZK, karena Ia juga ingin mengupayakan yang terbaik untuk tembakaunya, sehingga dapat memetik hasil yang maksimal nantinya.

“Ya kalau ada pupuk yang bisa menambah berat, ya saya sangat mau, saya juga pengen hasil yang banyak, kan kalau tambah berat tambah banyak uangnya nanti,” katanya saat diwawancarai melalui jalur selulernya.

Kendati demikian, Hamid juga mengungkapkan, pihaknya tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap para petani, sehingga sepekan yang lalu waktu hujan mengguyur tembakau petani pihaknya langsung turun ke lapangan, dengan tujuan meninjau kondisi petani, khususnya tembakau. (km48/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *