Bantuan Sarpras Produksi Garam Terancam Ditiadakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PANEN: Memasuki triwulan keempat tahun anggaran 2021, belum ada tanda-tanda dan persiapan realisasi bantuan sarpras untuk produksi garam rakyat.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Tahun 2021 ini, bantuan sarana dan prasarana peningkatan produksi garam di Sampang terancam gagal. Pasalnya, hingga saat ini realiasi bantuan dari pemerintah provinsi tersebut terancam ditiadakan.

Semestinya, memasuki triwulan keempat, bantuan sudah persiapan realisasi. Bahkan biasanya, calon penerima bantuan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. Namun, pemerintah belum menerima instruksi soal rencana penyerahan bantuan kepada kelompok petani garam.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini belum ada kabar turunnya bantuan. Biasanya setiap tahun ada. Bahkan biasanya sekarang sudah ada persiapan siapa saja yang akan menerima bantuan,” kata Salehoddin (47), salah satu petambak garam di Desa Aeng Sareh, Sampang.

Berdasarkan pengalamannya, bantuan itu biasanya turun setiap tahun, baik berupa perbaikan fasilitas jalan atau alat produksi, seperti geomembran dan sejumlah peralatan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud saat dimintai keterangan membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah provinsi itu belum ada kepastian. Pihaknya pun mengaku belum mendapatkan pemberitahuan apakah program bantuan peningkatan produksi garam kembali dilakukan tahun ini.

“Biasanya memang direalisasikan setiap tahun. Tapi untuk sekarang, kami belum tahu apakah bantuan itu ada atau ditiadakan, ” ucapnya.

Dijelaskan, tahun ini pihaknya sudah mengajukan sejumlah nama kelompok tani garam. Hal itu biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, pemerintah provinsi menentukan penerima berdasarkan dari pengajian. Setelah ditentukan penerima, pemerintah provinsi memberikan lagsung kepada kelompok tani.

Namun Mahfud pesimis bantuan tersebut masih direalisasikan. Sebab, semua anggaran di daerah dan provinsi dipangkas. Sehingga bisa saja program bantuan peningkatan produksi garam itu dihapus.

“Memang kami belum menerima pemberitahuan apa pun. Sehingga kami pun tidak bisa memastikan apakah program itu dilaksanakan tahun ini,” beber Mahfud.

Diketahui, realisasi bantuan ini bisa berubah setiap tahun. Mulai dari bantuan pompa air, jalan untuk lahan tambak, kincir angin hingga gemembran. (man/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *