Bantuan Tangkis Laut dari KKP Terancam Gagal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENGAMATI: Pengunjung saat melihat dampak abrasi di pantai Tlangoh, Tanjungbumi, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BAGKALAN  – Bantuan tangkis laut untuk atasi abrasi pantai di Desa Tlangoh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan, dipastikan terancam gagal. Bantuan yang diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu, sudah sejak awal tahun 2021 lalu. Namun, tidak jelas kabarnya.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Muhammad Zaini mengatakan, upaya tersebut sebelumnya digagas agar bisa mengatasi ancaman abrasi yang terus meluas dan mengancam masyarakat di sekitar pesisir utara Bangkalan. Sehingga, diupayakan masuk pada meja kementerian pusat.

Bacaan Lainnya

“Karena, ancaman abrasi tersebut tentu menjadi keresahan bagi warga. Ini memang masalah serius, makanya saya mengusahakan hingga ke pusat,” ujarnya, Kamis (24/6/2021).

Pihaknya mengajukan dana sebesar Rp5 Miliar. Sebab, jatah dana di daerah dan provinsi tidak mampu. Sehingga mengajukan ke KKP dengan harapan diterima sesuai rancangan dan perencanaan. ”Saya mendapat tawaran dari salah seorang anggota dewan, tapi sepertinya memang sulit,” ucapnya.

Salah satu faktor yang membuat kesulitan dalam pengajuan tersebut, lantaran di Bangkalan sudah ada pemecah ombak, tepatnya di Dermaga Tanjungbumi. Sebenarnya, pembangunan itu merupakan pengadaan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Harusnya bisa, karena ini juga jadi atensi bupati,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tlangoh Qudratul Hidayat mengutarakan, jika memang pemerintah tidak bisa membantu, maka akan mengupayakan untuk membuat tangkis laut secara mandiri. Baik dari dana desa (DD), ataupun dari dana hasil Pariwisata Pantai Tlangoh. “Saya akan mencoba dulu, setidaknya untuk menghambat meluasnya abrasi ini,” responnya.

Menurutnya, jika tidak dilakukan tindakan, maka dipastikan abrasi air laut akan lebih cepat meluas. Kemudian merusak wisata dan rumah warga. “Saya harus beli batu sendiri, dan menyusunnya seperti tangkis laut,” pungkasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *