Bantuan UMKM di Bangkalan Nyangkut di Bank

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) SEPI:  Sampai saat ini bantuan UMKM belum sepenuhnya dicairkan. Kondisi tersebut membuat legislatif mendesak bank agar serius mengawal bantuan bagi UMKM itu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai bentuk pemulihan ekonomi tahun 2020 belum sepenuhnya cair. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah Bangkalan Iskandar Ahadiyat. Kata dia, hanya sekitar 4 ribu UMKM yang telah cair.

Di Bangkalan pengajuan bantuan UMKM itu sebanyak 15 ribu. Di mana ada dua bank yang mencairkan bantuan tersebut. Keterlambatan pencairan tersebut berasal dari Kementerian Diskop UKM. Lelaki yang kerap disapa Yayat ini mengatakan, ada tahapan untuk pencairan.

Bacaan Lainnya

“Tahap pertama itu ada 10.500 ribu UMKM dan tahap II 12 ribu UMKM,” ujarnya.

Pencairan yang menggunakan dua bank tersebut membuat pencairan bertahap. Pada tahap pertama pencairan dilakukan oleh pihak bank BRI. Dari 10.500 UMKM hanya 4.217 UMKM yang bisa cair pada bulan November.

Sedangkan dari pencairan bank BNI, pihaknya mengaku, masih belum mendapatkan informasi resmi berapa UMKM yang sudah cair.

“Dari bank BNI kami sudah mengirim surat beberapa kali terkait pencairan ini tapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” katanya.

Belum adanya tanggapan dari pihak bank BNI, Yayat belum bisa melakukan rekap berapa UMKM yang sudah cair dan belum. Proses penyalurannya lagi memasuki tahun 2021, dia belum menerima secara resmi kapan bisa dicairkan.

“Januari itu kemarin masih ada penyaluran lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib, meminta agar pihak bank tidak mempersulit pencairan bantuan ini. Sebab pelaku usaha sangat membutuhkan bantuan modal tersebut.

“Ini kebijakan dari pemerintah pusat, jadi daerah mau tidak mau harus menunggu,” tukasnya.

Diketahui, bantuan tersebut untuk pemulihan ekonomi di Bangkalan. Setiap UMKM penerima mendapat bantuan sebesar Rp2,4 juta. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *