Bantuan untuk Guru Ngaji di Sumenep Belum Terealisasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERABAIKAN: Guru ngaji perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Bantuan untuk guru ngaji hingga saat ini belum terealisasi. Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Setkab Sumenep Kamiluddin mengutarakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah menganggarkan Rp1,2 miliar untuk kesejahteraan guru ngaji.

“Insya Allah bulan ini akan kami cairkan,” katanya, Selasa (15/6/2021)

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pada tahun 2021, jumlah penerima bantuan guru ngaji meningkat  dibandingkan tahun sebelumnya, Termasuk nominal dana yang akan diperoleh masing-masing penerima. Pada 2021 ini sebanyak 1.000 guru ngaji yang akan dibantu. “Masing-masing penerima akan mendapatkan Rp1,2 juta,” tukasnya

Ia menjelaskan, tahun ini, guru ngaji mendapat Rp750.000. Sementara total penerima bantuan sekitar 400 orang lebih. “Sebenarnya itu masih kurang. Tetapi, kemampuan pemerintah sementara begitu,” ucap Kamiluddin.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat mengajar para guru ngaji yang ada di Sumenep. “Bantuan guru berasal dari daratan dan kepulauan,” tandasnya.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Muhammad Hanafi menegaskan, bantuan guru ngaji tahun 2021 memang perlu percepatan. Harapannya, Pemkab dapat menyalurkan sebagaimana mestinya.

“Kami dalam waktu dekat akan koordinasi lagi dengan pihak Kesmas mengenai penyebab belum terealisasinya bantuan itu,” ucap pria yang akrab disapa Hanafi itu.

Sementara itu Ketua Komisi IV Rozah Ardi Kautsar mengutarakan, dirinya tidak dapat memungkiri bahwa guru ngaji layak mendapatkan bantuan. Alasannya, guru ngaji merupakan orang yang mulia. “Bantuan perlu dipercepat,” ucapnya.

Ia menilai, guru ngaji di kampung kerap terabaikan. Padahal menurutnya, profesi pengajar non formal tersebut memiliki andil besar dalam mendidik anak.

Ia juga merasa miris dengan kondisi guru ngaji tersebut. Sebab, rata-rata dari mereka hanya mengandalkan uang yang diberikan seikhlasnya para orang tua anak didik yang  diasuhnya. Padahal menurutnya, mereka berjuang untuk membangun generasi Qur’ani. “Guru kampung juga Sangat layak mendapatkan kesejahteraan dari pemerintah, semoga pemkab terus berikan bantuan,” pungkasnya. (imd/maf)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *