oleh

Banyak ASN Terinfeksi, Pemkab Sampang justru Longgarkan Perjalanan Dinas

Kabarmadura.id/SAMPANG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menyebut, terdapat sebanyak 52 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Anehnya, kegiatan perjalanan dinas (perdin) pejabat justru dilonggarkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengatakan, sejak Maret hingga sekarang, sudah ada puluhan abdi negara di sejumlah OPD yang dinyatakan terinfeksi Covid-19, sehingga yang bersangkutan harus menjalani rawat isolasi. Namun, pihaknya mengklaim puluhan pasien dari kalangan pagawai itu sudah sembuh.

“Sampai sekarang sudah tercatat ada sebanyak 52 ASN di Sampang yang terinfeksi Covid-19, tapi sekarang kondisi sudah sembuh dan sebagian sudah masuk kerja kembali,”ucap Agus Mulyadi kepada Kabar Madura, Kamis (6/8/2020).

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan menepis jika ada keloggaran kegiatan pardin menjadi penyebab.

Menurutnya, perdin hanya diperbolehkan, dengan ketentuan dan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, semisal untuk esalon III, harus mengetahui dan atas persetujuan dari kepala dinas setempat, sementara esalon II harus mendapat persetujuan sekda atau bupati.

Diperbolehkannya perdin itu, lantaran tidak semua kegiatan dinas bisa dilakukan melalui virtual, terutama untuk mendorong percepatan komunikasi antarpemerintah dan mambahas hal-hal yang strategis, mengingat rapat daring itu biasanya hanya dapat terapkan untuk hal-hal yang sifatnya pemberitahuan dan koordinasi saja.

“Bukan dilonggarkan, tetapi perdin sudah diperbolehkan lagi dengan ketentuan dan pertimbangan tertentu,” ucap pria yang akrab disapa Wawan itu.

Sambung dia, untuk ASN yang dinyatakan terinfeksi wabah Covid-19 itu, tetap diperlakukan sama dengan masyarakat pada umumnya, yakni harus melakukan rawat isolasi sesuai anjuran tenaga medis, ada juga yang hanya isolasi mandiri, bahkan juga ada rawat dirawat di rumah sakit sampai batas waktu tertentu.

“Tidak ada perlakukan khusus untuk ASN yang terinfeksi Covid-19 ini, kamitetap perlakukan sama dengan masyarakat pada umumnya,” terangnya. (sub/waw)

 

Komentar

News Feed