Banyak Baliho Politisi Tanpa Izin, Satpol PP hanya Tertibkan Sebagian

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) ADUH KEBANGETAN: Reklame berisi gambar Ketua DPR RI Puan Maharani masih tegak berdiri diri simpang tiga Sedangdang meski tanpa izin.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Reklame tokoh elit politik yang banyak terpasang tanpa izin, masih berdiri di beberapa sudut kota Pamekasan. Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan hanya menertibkan beberapa reklame yang juga diketahui tidak memiliki izin itu.

Reklame tersebut salah satunya bergambar elit politik Partai Nasdem di simpang empat Jalan Tronojoyo, Kangenan, Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Hasanurrahman mengaku telah menertibkan itu atas dasar rekomendasi dari pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Pamekasan. Alasannya karena reklame itu tidak mengurus izin.

Sebelum ditertibkan, Satpol PP telah berkomunikasi dengan pihak pemasang. Hasanurrahman juga mendorong pemasang agar mengurus izin untuk melanjutkan pemasangan reklame tersebut. Namun karena negoisiasi tidak membuahkan hasil, maka reklame Partai Nasdem itu ditertibkan.

“Apakah mau diturunkan sendiri, atau Satpol PP yang menertibkan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menertibkan reklame kecil yang hanya diikat dengan tali membentang dan berjejer di sepanjang Jalan Trunojoyo. Tidak tanggung-tanggung, pihaknya menemukan 13 buah reklame ilegal milik elit politik. Semuanya pun kini telah diterbikan.

Kendati begitu, beberapa reklame ilegal lainnya masih dibiarkan tegak berdiri. Salah satu di antaranya yaitu reklame berisi gambar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani di simpang tiga Jalan KH. Agus Salim-Jalan Kesehatan. Pihaknya mengaku masih berusaha mendorong pemasang reklame untuk mengurus izin.

“Kami menjaga, takut ada komplain. Jadi secara humanis saja,” terangnya.

Dia menambahkan, tidak semua reklame berdiri tidak memiliki izin. Bahkan, sementara reklame milik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hertanto di simpang empat Gadin Jalan Kabupaten-Jalan Diponegoro belum dapat dipastikan ilegal. Saat ini masih akan memeriksa isi rekomendassi dari pihak perizinan.

“Mungkin nanti sore yang Puan Maharani akan kami beri tanda silang. Kami ada stiker,” ujar Hasanurahman. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *