Banyak Madrasah Bukan Pesantren Paksakan KBM Tatap Muka tanpa Skema

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TIDAK TAHAN: Sejumlah lembaga pendidikan madrasah di bawah naungan Kemenag Sampang tetap memaksakan gelar KBM tatap muka di tengah wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kendati pemerintah belum membebaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di kelas, namun kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang mengaku tidak bisa menekan sekolah di bawah naungannya yang tetap bersikeras menggelar KBM tatap muka di tengah wabah Covid-19 itu.

Pihak Kemenag Sampang tidak menampik bahwa ada sejumlah madrasah di Sampang yang tetap memaksakan menggelar KBM secara tatap muka. 

Bacaan Lainnya

Namun Kasi Penma Kemenag Sampang Ach. Mawardi memastikan, belum ada skema khusus untuk penerapan KBM tatap muka, masih menunggu petunjuk resmi dari Kemenag pusat dan Kemendikbud. 

“Yang tetap gelar KBM tatap muka ini, mungkin hanya di lembaga-lembaga yang berbasis pondok pesantren, karena berdasarkan SKB 4 menteri, khusus yang pesantren ini diperbolehkan,”  ungkap Mawardi saat dikonfirmasi Kabar Madura, Minggu (9/8/2020).

Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri itu, salah satu poinnya, sekolah di wilayah zona merah, orange dan kuning, cukup melaksanakan KBM secara daring, dilarang tatap muka.

Kendati belum ada skema khusus dalam penerapan KBM tatap muka itu, setiap lembaga pendidikan, khususnya pesantren, wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yakni para santri tidak boleh keluar lingkungan pondok, para orangtua sementara tidak diperbolehkan berkunjung secara langsung atau wajib pakai masker.

Selain itu, setiap lembaga pesantren wajib menyediakan tempat cuci tangan yang memadai sesuai kebutuhan, memantau penerapan jaga jarak dan berdoa agar dapat terhindar dari bahaya wabah Covid-19.

“Kalau skema khusus KBM tatap muka ini belum ada, apalagi di lembaga madrasah, tapi khusus lembaga pesantren yang gelar pembelajaran tatap muka ini wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan menteri,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Moh. Iqbal Fatoni menerangkan, selama ini, lingkungan pesantren dianggap tempat paling aman dan Covid-19, karena tidak ada kontak langsung dari luar.

Tetapi adanya madrasah yang bukan dinaungi atau dalam kawasan pondok pesantren yang tertutup, menurutnya tidak diperbolehkan menggelar KBM tatap muka, karena Sampang hingga kini masih bertahan di zona merah wabah Covid-19.

Dia menceritakan, beberapa hari lalu sempat beredar video di laman resmi Kemendikbud bahwa boleh mengadakan KMB tatap muka untuk wilayah zona hijau dan kuning, dengan catatan sudah mendapatkan persetujuan dari para wali murid atau orangtua siswa dan menerapkan protokol kesehatan dengan jelas.

Namun, kata pria yang akrab disapa Bung Fafan itu, saat ini memang serba repot, karena sebagian masyarakat akan beranggapan ada pembedaan atau menganaktirikan lembaga pendidikan tertentu, karena tidak semua lembaga diperbolehkan gelar KBM tatap muka dan sebaliknya. Dengan begitu, dia menyarankan untuk angan memberlakukan KBM tatap muka.

“Kami harap jangan diadakan KBM tatap muka dulu, bisa memaksimalkan pembelajaran daring dan luring saja, jangan sampai ada klaster baru dari dunia pendidikan,”  tukasnya. (sub/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *