Banyak Masjid Tidak Terdaftar, DPRD Sumenep Desak Sosialisasikan Program Simas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Agar mendapatkan bantuan masyarakat Sumenep yang memiliki masjid atau musala perlu dilegalkan.

KABARMADURA.ID |  SUMENEP -Keberadaan masjid dan musala menjadi perhatian Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep. Sebab, sampai saat ini diketahui masih banyak yang belum terdaftar atau tidak memiliki piagam.

Staf Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep Moh. Anwari mengatakan, selama ini tidak semua musala dan masjid yang terdaftar di pemerintah. Sehingga, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan.

Bacaan Lainnya

“Jumlah masjid di Sumenep yang terdaftar sebanyak 1823, sedangkan musala sebanyak 2834,” katanya, Rabu (10/11/2021).

Dia melanjutkan, agar data musala dan masjid terdata dengan maksimal. Maka saat ini pendataan harus dilakukan secara online melalui aplikasi sistem informasi masjid (Simas).

“Program Simas untuk memudahkan akses publik dan terintegrasinya masjid dan musala dengan kemenag,” ujar dia

Sekadar diketahui, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk melegalkan masjid atau musala, diantaranya surat keputusan pendirian atau pembentukan takmir masjid atau musala. Surat keterangan status tanah atau wakaf serta sertifikat, dan foto bangunan masjid atau musala.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menekankan, Kemenag Sumenep perlu melakukan pendekatan persuasif terhadap para takmir masjid. Selain itu sosialisasi lebih digencarkan agar program tersebut diketahui secara luas.

“Bukan hanya memberikan imbauan di medsos (media sosial). Tetapi perlu pendekatan dan turun langsung ke masyarakat,” tukas dia

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *