Banyak Palsukan Dapodik, Sekolah Rusak Tidak Terurus

  • Whatsapp
(KM/Dok) DIAKALI JUGA: Lantaran ingin kondisi sekolahnya dianggap baik-baik saja, banyak pengelola sekolah yang palsukan data di dapodiknya.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Banyaknya kasus sekolah dasar (SD) rusak di Bangkalan, menyisakan pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Hal itu juga dikeluhkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasara SD Disdik Bangkalan Mohammad Toha mengatakan, hal itu menjadi keluhan dinasnya, lantaran untuk melakukan rehab ruang sekolah, pihak sekolah harus mengisi data pokok pendidikan (dapodik), namun banyak sekolah yang mengisi tidak sesuai dengan keadaan sekolah.

Selama ini, Disdik diklaim sudah mengusahakan agar sekolah yang rusak mendapat bantuan renovasi sekolah. Karena terkendala tidak sinkronnya data di dapodik dengan realitasnya, akhirnya masih ada sekolah yang mestinya mendapatkan bantuan rehab, justru tidak dapat.

“Seperti SDN 1 Kranggan Barat, di dapodiknya sekolahnya baik. Tapi kenyataannya butuh bantuan untuk rehap,” katanya.

Penentu sekolah penerima bantuan rehab, kata Toha, bukan dari Disdik, melainkan pemerintah pusat melalui penilaian di dapodik. Anggaran untuk rehab itu, kemudian turun melalui dana alokasi khusus (DAK) APBD. Di dalamnya, sudah ditentukan sekolah mana saja yang mendapat bantuan renovasi.

“Yang memilih itu pusat, kami hanya mengajukan. Jadi kalau di dapodik diisi sekolahnya masih bagus, ya tidak bisa dapat bantuan. Padahal kenyataannya sekolahnya rusak,” paparnya.

Menurut Toha, data di dapodik harus sesuai dengan keadaan riil sekolah. Namun sejauh ini pihaknya belum merekapitulasi sekolah yang kondisinya tidak sesuai dengan dapodik. Namun dia menilai, hal itu juga karena kurangnya pemahaman operator dalam dalam mengisi dapodik.

Kendati begitu, pihaknya akan tetap mengajukan sekolah-sekolah yang ingin merenovasi atau memperbaiki kerusakan sekolah. Sedangkan untuk mengubah data di dapodik, menurutnya, tergantung operator sekolah. Sebab, bisa diubah setiap tahun.

“Prinsip dapodik ada 3, sisi kesiswaan, sisi guru dan sarana dan prasarana,” tandasnya.

Sekedar diketahui, untuk tahun ini 2020, Disdik akan kembali mendapatkan DAK sebesar Rp9 miliar untuk renovasi sekolah. Sebanyak 30 sekolah yang ditarget mendapat bantuan tersebut. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *