Banyak Pekerja Tidak Terdata, BPJS Sebut Minim Asosiasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEKERJA: Salah satu petani saat merawat kebunnya di area persawahan Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Sejumlah pekerja di Kabupaten Bangkalan belum terdata dan terlindungi dengan asuransi ketenagakerjaan. Padahal, kebutuhan asuransi dinilai sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para pekerja mandiri.

Pada tahun 2018 lalu, upaya kerjasama asuransi dilakukan dan digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk para nelayan. Sayangnya, program tersebut tidak dilanjutkan di tahun berikutnya.

Bacaan Lainnya

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Madura di Bangkalan Vinca Meitasari menyampaikan, bahwa kerja sama pemberian asuransi terhadap para pekerja mandiri seperti petani, nelayan, dan pedagang masih sangat minim. “Memang masih banyak yang belum terdaftar di kami, kami kesulitan mengaksesnya,” paparnya.

Menurut perempuan yang kerap disapa Meita itu, minimmya asosiasi pekerja menjadi salah satu kendalanya dalam berkomunikasi dengan para pekerja. Tahun 2020 lalu, pihaknya sempat bekerjasama dengan pemkab agar nelayan di Bangkalan bisa terakomodir dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Tahun lalu sepertinya kita sudah mulai menerima beberapa pengajuan, tapi masih jauh dibandingkan dengan jumlah pekerjanya.” ulasnya.

Sehingga ke depan, pihaknya merencanakan akan merencanakan kembali kerja sama tersebut, mengingat banyak pekerja yang belum tedaftar. BPJS Ketenagakerjaan akan mencoba menjalin komunikasi dengan dinas yang membidangi agar lebih terakomodir. “Saya juga berencana akan menggandeng dinas terkait, agar pekerja mandiri juga bisa memiliki jaminan asuransi saat bekerja,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini menuturkan, bahwa program kerjasama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah pernah dilakukan dan disambut antusias oleh para nelayan, meskipun dari sekitar 9000 nelayan, hanya sekitar 500 yang mendaftar.

“Sebenarnya banyak yang membutuhkan, hanya saja karena mereka tidak tahu, makanya tidak mengurus,” ungkapnya.

Selain nelayan, dirinya juga ingi para pembudidaya ikan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena selain pekerjaan yang beresiko tinggi, juga bisa meringankan beban keluarga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Kita pasti berharap selamat, tapi diluar kemungkinan itu kan juga siapa pun tiada yang tahu,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *