oleh

Banyak Perempuan Korban Kekerasan Memilih Tidak Melapor

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kasus kekerasan pada perempuan di Kabupaten Pamekasan masih saja terjadi.Sepanjang tahun 2019 hingga 2020, tercatat ada 34 kaus yang dilaporkan oleh masyarakat kepadaDinas Perempuan dan Perlindungan Anak dan keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan.

Namun pihak DP3AKB memprediksi, masihbanyak dari korban kekerasan yang memilih tidak melapor kepada pihaknya, maupun kepada aparat penegak hukum.

Sebaimana disampaikan oleh Kepala DP3AKB Pamekasan Yudistinah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Abrori Rois, kasus kekerasan pada perempuan didominasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Jadiada pendampingan hukum, pendapingan psikologi dan penanganan sosial,”paparnya,Minggu (28/9/2020).

Sepanjang tahun 2019 ada 26 kasus kekerasan perempuan, sedangkan untuk tahun 2020 perjuni ada 8 kasus kekerasan perempuan.

“Jadi kalaupun terkait perlindungan khusus,kami selalu mengupayakan kejadian seperti itu bisa terminimalisir agar tidak ada lonjakan kasus,”tuturnya.

Dalam upaya pencegahan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti aparat penegak hukum (APH), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya.Namun upaya itu belum mulus, sebab dalam realitasnya, tidak sedikit masyarakat terkena kekerasan tidak melapor.

“Memang diperlukan sosialisasi kepada masyarakat dan keluarga, juga perlu peduli masyarakat sekitar agar kasus-kasus tidak muncul,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam mengatakan, dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Pamekasan, perempuan perlu dilindungi sebab dia merupakan madrasah pertama bagi seluruh generesi pemimpin yang akan datang.

“Sebagai kabupaten yang mengusung ikon Gerbang Salam, kasus ini cukup ironi dengan apa yang kemudian menjadi semangat kita bersama,”pungkasnya. (rul/waw)

Komentar

News Feed