oleh

Banyak Perencanaan Sekolah di Program TisTas Kurang Terarah

Kabarmadura.id/Sampang-Pelaksanaan program pendidikan gratis dan berkualitas (Tis-Tas) ke setiap sekolah di Sampang, belum maksimal. Sebab, hingga kini belum semua lembaga pendidikan penerima bisa memanfaatkan bantuan dengan baik.
Berdasarkan evaluasi Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) di Sampang, pencapaian program bernama biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) itu, banyak kelemahan, baik dari sisi perencanaan, realisasi program hingga outputnya.
Sebagaimana pengakuan Kacab Disdik Jatim di Sampang Asyyari, penekanan bagi sekolah penerima BPOPP, masih harus lebih dioptimalkan lagi, khususnya beberapa sekolah yang perencanaannya belum matang, realisasi dan outputnya tidak maksimal.
Tetapi secara umum, sambung dia, sudah ada peningkatan, utamanya dari sisi manajemen pengelolaannya. Mulai dari RAKS sudah lebih rapi dan terencana, karena BPOPP itu tidak bisa dilaksanakan tanpa masuk dalam RAKS. Aktivitas sekolah selain kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang kelas juga mulai hidup.
“Yang jelas, kami minta perencanaan terkait dengan orentasi mutu harus benar-benar dimatangkan lagi, sehingga capainya lebih maksimal, karena semua sekolah sudah pengalaman,” ucapnya saat dikonfirmasi Kabar Madura, Rabu (15/1).
Mengenai mutu, salah satu indikator keberhasilan BPOPP tersebut, yakni sekolah lebih berdaya dalam mengelola lembaganya, utamanya yang swasta. Guru dan siswa ada program tersendiri secara konkrit, sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
Namun, untuk peningkitan mutu pendidikan itu, kata Asyyari, tidak bisa terbaca dalam hitungan enam bulan terakhir sejak program tersebut dimulai. Sejauh ini, yang sudah bisa terbaca baru terkait programnya, belum pada outputnya. Menurutnya, butuh waktu 1 sampai 2 tahun untuk melihat perubahannya.
“Kalau mutu ini tidak bisa langsung, butuh waktu untuk bisa dibaca capaiannya, kalau dari sisi program saat ini, hampir semua sekolah sudah lebih konkrit, seperti ekskul sudah mulai aktif dan lainnya,” ujarnya.
Tercatat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah kucurkan bantuan program pendidikan gratis dan berkualitas (Tis-Tas) sejak Juli 2019 lalu. Sasarannya adalah tingkat sekolah menengah atas (SMA) seluruh Jawa Timur.
Bantuan Tis-tas atau BPOPP, diterima 159 SMA negeri dan swasta di Sampang. Total pagu bantuan itu mencapai Rp7 miliar untuk satu semester (6 bulan). Salah satu tujuan bantuan itu adalah meningkatkan mutu pendidikan. (sub/waw)

Komentar

News Feed