Banyak Petani Miskin di Bangkalan Belum Terima Bantuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH SA'ED) GIAT: Petani di tengah wabah Covid-19 tetap aktif beraktivitas sepeti biasanya.

Kabarmadura.id/Bangkalan– Realisasi bantuan yang tunai dan alat pertanian kepada petani miskin masih buram. Bantuan berupa sebesarRp600 tak kunjung ada kejelasan.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan setempat terkesan angkat tangan. Dalihnya, bantuan dari pemerintah pusat itu masih menunggu petunjuk teknis (juknis).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bangkalan, Teguh mengatakan, kategori penerima bantuan di tengah wabah Covid-19 diprioritaskan kepada petani yang tidak memiliki lahan atau petani serabutan.

“Kategorinya petani buruh serta petani penggarap yang menggarap lahan sawah atau kebun milik tetannganya,” terangnya, Minggu, (10/5).

Jumlah petani yang akan menerima bantuan dampak Covid-19 masih dalam tahap pendataan. Dalam pendataan itu sudah ada tim penyuluh di masing-masing kecamatan.

“Penyuluh di setiap kecamatan, mereka akan mendata dan memberikan informasi kepada kelompok tani di  pelosok desa,” terang Teguh.

Selain mendata, lanjut Teguh, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pmerintah pusat. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan terkait realisasi anggaran itu.

“Tunggu juknis, hal ini mengantisipasi agar tidak ada kesalahan baik dalam data ataupun yang lainnya, bantuan ini akan sesuai dengan nama dan alamatnya,” paparnya.

Dikatakan Teguh, dia juga tidak paham apakah petani yang menerima bantuan itu yang terdata di Program Kelurga Harapan (PKH) atau  Bantuan Tunai Langsung (BLT) dari dana desa.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fathur Rossi menuturkan, bahwa sampai hari ini dia belummelihat ada gerakan pendataan dari dinas terkait. Pihaknya khawatir, jikabantuan itu tidak diawasi dengan ketat, rawan penyelewengan dan tidak tepat sasaran.

“Dinas terkait belum terlihat melakukan pendataan, khawatir di hari akhir yang dimasukkan data asal-asalan, dinas secepatnya koordinasi dengan desa, agar bisa mengcover masyarakat agar bisa masmastikan mana yang sudah menerima  BLT,PKH dan BPNT dan tidak,” terangnya.

Bantuan kepada masyarakat miskin diharapkan tidak salah sasaran, pihak penerima benar-benar tidak mampu dan layak menerima bantuan.

Politisi dari Partai Demokrat itu menambahkan, agar bantuan bagi petani miskin tidak salah sasaran, pihaknya meminta kepada penyuluh yang berada di setiap kecamatan lebih pro aktif dan teliti untuk mendata setiap petani yang ada. Sebab, lanjut dia, di tengah musibah Covid-19, bantuan tersebut sangat dibutuhkan bagi masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta biaya operasional untuk perawatan saat bercocok tanam,” terangnya. (sae/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *