oleh

Banyak Proyek Tidak Selesai, Legislatif Segera Panggil Dinas Terkait

Kabarmadura.id/Sumenep-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mempersoalkan masih banyaknya proyek yang tidak selesai hingga akhir tahun 2019. Proyek yang dimaksud yakni pembangunan jalan lingkar utara, proyek jalan di kepulauan Arjasa dan Sapeken serta proyek perbaikan jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Paragaan.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, seharusnya proyek tersebut selesai tepat waktu. Sebab, pengerjaan tersebut sudah ditetapkan deadline-nya terhadap rekanan dan wajib dipenuhi. Namun, dinas terkait melabrak aturan yang telah ditetapkan. Hal ini akan menjadi kajian serius. Bahkan, dirinya akan memanggil kembali dinas terkait agar ada efek jera nantinya.

“Saya akan panggil kembali dinas terkait yang tidak menepati aturan,” katanya, Rabu (15/01/2020).

Dia menjelaskan, akan mempertegas bahwa pengerjaan proyek harus selesai pada perpanjangan waktu yang ditentukan, misalnya pembangunan jemabatan pakamban daya yang diperpanjang 50 hari maka wajib ditepati. Begitupun proyek lingkar utara, serta proyek jalan di kepulauan.

“Kami pertegas kembali pada OPD yang labrak aturan,” tegasnya.

Pemanggilan itu akan dilakukan pada minggu depan, yang bertujuan untuk mengungkap lambannya pengerjaan proyek.Dengan demikian nanti akan menjadi evaluasi pada pengerjaan tahun 2020.

“Proyek yang diprogramkan tahun 2020 harus dilakukan pada awal tahun. Sebab, jika tidak demikian maka akan terus berulang masalahnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU Bina Marga) Kabupaten Sumenep Harianto Effendi tidak mengelak. Bahwa pengerjaan proyek tidak selesai akhir tahun 2019. Meski demikian, dirinya berjanji akan melakukan kelanjutan pengerjaan sesuai waktu.

“Kami usahakan kelanjutan proyek akan selesai sesuai regulasi, dirinya akan menekan rekanan untuk segera dikebut lagi,” tuturnya.

Proyek tersebut yakni pembangunan lingkar utara Rp22 miliar, proyek jalan di kepulauan Arjasa Rp2 miliar dan sapeken Rp1 miliar serta proyek perbaikan jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Paragaan Rp1 miliar. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed