oleh

Banyak SD Negeri Gulung Tikar, Kalah Inovasi dengan Swasta

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyebut, beberapa tahun terakhir, eksistensi dan kualitas sekolah dasar (SD)negeri mengalami penurunan.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya SD pelat merah itu yang kekurangan murid. Salah satu penyebabnya, lantaran siswa lebih memilih masuk ke sekolah swasta, baik SD swasta atau MI  yang dianggap lebih maju.

Atas kondisi tersebut, Disdik Sampang membidik  sejumlah sekolah untuk digabungkan  atau regrouping. Sebab, sudah banyak ditemukan jumlah murid sudah tidak memenuhi pagu, bahkan sebagian tidak mendapat siswa di kelas 1.

“Sehingga perlu diregrouping, agar lebih efektif dan efisien, baik dari sisi anggaran dan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardimelalui Kasi Pembinaan, Kelembagaan, Peserta Didik dan Pembiayaan SD Abdur Rahman.

Sekolah yang menjadi sasaran regrouping itu, yakni sekolah yang satu halaman dan tidak memenuhi pagu, rombongan belajar yang tidak memnuhi  batas minimal 20 siswa dalam satu kelas.

Selain banyak bermunculan lembaga pendidikan swasta, ada persaingan antar pengelola sekolah yang semakin ketat. Sehingga sekolah swasta banyak berinovasi dan berhasil mendapat perhatian dari mayoritas masyarakat. Pihaknya memprediksi, lambat laun, SD negeri kian ditinggalkan oleh masyarakat.

“Yang jelas, kedepan kami akan terus mendorong agar para kepala sekolah negeri lebih inovatif dan kreatif dalam mengelola lembanganya dan harus bisa berprestasi, sehingga eksitensinya tidak kalah dengan lembaga swasta,” terangnya.

Kata Rahman, untuk regrouping sejumlah SD tersebut, saat ini masih dalam proses, yakni masih mencari payung hukumnya, setelah itu diusulkan kepada bupati.

Di antara ekolah yang akan digabung itu, yakni di Kecamatan Pangareangan, SDN Gulbung 2 digabung ke SDN Gulbung 1, di Kecamatan Torjun, SDN Tojun 1 digabung ke SDN Tojun 3 dan SDN Dulang 1 ke SDN Dulang 3 dan lain sebagainya.

“Setiap tahun, eksistensi dan kualitas lembaga SD negeri ini mengalami penurunan, seiring banyak sekolah swasta yang berhasil, baik SD swasta atau MI dan semacamnya. Maka SD negeri yang kekurangan murid harus diregrouping demi efektivitas dan efisiensi,” ungkap Rahman kepada Kabar Madura.

Mengetahui hal itu, Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang M Zainuddin menilai, selama ini sekolah negeri di bawah naungan Disdik Sampangtidak kreatif. Sehingga pamornya kalah dengan sekolah swasta.

Baginya, hal itu membuka mata masyarakat, bahwa besaran finansial yang didapat sekolah negeri dan jaminandarinegara, gagal menciptakans sekolah negeri yang berkualitas dan kreatif.

Dengan begitu, lanjut Zainuddin, fenomenanya menjadi aneh jika SD negeri kalahbersaing  dengan sekolah swasta yang sangat terbatas secara finansial.

Untuk itu, Zainuddin mendesak, Disdik segera mengambil langkah-langkah dan terus galakkan program-program yang inovatif untuk dapat memajukan sekolah negeri.

“Disdik harus tegas, dapat memecat kepala sekolah yang dinilai gagal dalam mengelola lembanganya, karena masih banyak SDM yang siap membawa perubahan dan memajukan sekolah itu.Kami sangat kecewa, sekolah negeri yang finansialnyajauh lebih unggul dan mampu,tetapi miskin inovasi,” pungkas dia. (sub/waw)

Komentar

News Feed