Banyaknya Pejabat Reaktif Covid-19, Bupati Bangkalan Rencanakan Rapid Tes Massal

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMERIKSAAN: Terlihat seorang petugas kesehatan sedang mengambil sampel darah untuk dilakukan rapid tes.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Menjadi daerah tertinggi pasien yang terinfeksi Covid-19 di Pulau Madura. Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berencana melakukan pemeriksaan cepat atau rapid tes secara massal.

Hal tersebut dilakukannya, karena mengaca dari hasil rapid tes yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan selalu ada yang dinyatakan reaktif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, tiga instansi pemerintahan yang sudah dilakukan rapid tes. Hasilnya, di ketiga instansi tersebut menunjukkan ada yang reaktif Covid-19. Untuk itu, ia merencanakan melakukan rapid tes secara menyeluruh di instansi-instansi pemerintahan.

“Kami tentunya akan melalukan hal sama untuk melakukan rapid tes, khususnya pada pejabat-pejabat Bangkalan ini yang harus melakukan pemeriksaan. Karena intensitas bertemu orang banyak lebih tinggi,” katanya.

Menurut mantan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan ini, meski dengan keterbatasan alat rapid tes yang ada sekarang, tidak akan menyurutkan niatnya melakukan rapid tes di semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bangkalan.

“Dan mudah-mudahan dengan deteksi awal pemeriksaan melalui rapid tes ini nantinya. Tidak bertambah lagi jumlah yang dinyatakan reaktif Covid-19,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, saat ini Dinkes Bangkalan memiliki sekitar 1.000 alat rapid tes. Dengan alat itu, akan dilakukan skrinning terlebih dahulu kepada tenaga medis yang ada di Bangkalan. Pasalnya, merekalah yang lebih rawan terinfeksi Covid-19, karena bergelut langsung dengan orang sakit.

“Jadi pemeriksaan massal ini nantinya akan kami lakukam secara bertahap. Pertama, kepada tenaga medis se-Bangkalan, kemudia masyarakat yang masuk orang dalam pemantauan (ODP), juga bisa jadi nanti wartawan juga,” tuturnya.

Mantan kepala Puskesmas Blega ini juga menyampaikan, didatangkannya ribuan alat rapid tes ini, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, sayangnya rapid tes ini juga diterima Dinkes Bangkalan tidak secara 100 persen, namun bertahap.

“Tentunya semua ini kami lakukan untuk mumutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Bangkalan, Siska Damayati belum bisa memberikan angka pasti masyarakat Bangkalan yang sudah dirapid tes. Sebab, katanya, masyarakat yang sudah rapid tes masih bentuk klaster dan belum dilakukan rekap secara keseluruhan.

“Inysaallah besok ya,” singkatnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *