Bapemperda DPRD Sampang Janji Tuntaskan Dua Raperda Inisiatif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SERIUS: Ketua Bapemperda DPRD Sampang Mohammad Faruk memimpin pembahasan dua raperda inisiatif.

KABARMADURA.ID, Sampang – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang memiliki tanggungan untuk segera membahas dua rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif.  Pihak legislatif   berjanji akan menuntaskan sebelum tutup tahun. Dua raperda  yang akan dibahas itu, Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, serta Raperda Sumber Daya Air.

Ketua Bapemperda DPRD Sampang, Moh. Faruq menjelaskan dua raperda bisa diselesaikan tahun ini. Bahkan satu raperda diantaranya sudah selesai dibahas lebih cepat. Sehingga tinggal menunggu rapat paripurna pengesahan raperda tersebut.

Bacaan Lainnya

“Untuk raperda perlindungan dan pemberdayaan petani akan lebih cepat. Kami sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan pihak pihak terkait,” ungkapnya.

Selanjutnya, lanjut dia, Bapemperda akan melakukan pembahasan lebih detail. Ditargetkan raperda inisiatif tahun ini sudah bisa bermanfaat dan bisa disahkan. Terlebih perda yang disahkan nanti memberikan dampak positif bagi petani.

Faruq menjelaskan, jika keduanya raperda itu menjadi prioritas bapemperda tahun ini. Dasar raperda itu sebagai upaya untuk memberikan payung hukum dan perlindungan kepada petani. Mulai tata niaga hasil produksi, jika terjadi bencana luar biasa. Semua yang berkaitan dengan petani harus ada perlindungan.

“Ketika mereka mendapatkan bencana luar biasa. Sehingga pertanian mereka rusak. Nah, dalam perda ini nantinya yang akan memberikan perlindungan kepada mereka. Semisal penggantian modal,” terangnya.

Dia menegaskan, Bapemperda akan melakukan pembahasan lebih detail. Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani diyakini tuntas lebih awal. Sebab proses pembahasan sudah hampir selesai dibahas dengan pihak terkait.

“Kalau yang satu ini selesai kita lanjut ke Raperda Pemberdayaan Air. Ini juga penting segera disahkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Terakhir, dia mengungkapkan jika dua raperda ini melibatkan banyak pihak. Beberapa lembaga pemerintah berkaitan dengan dua raperda yang menjadi prioritas tersebut. Sehingga, jadwal pembahasan lebih panjang dibanding raperda lainnya. (km54/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *