oleh

Bapenda Bangkalan: Target Capaian Pajak Hiburan Diprediksikan Meleset

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Meski new normal sudah diberlakukan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan pesimis tahun ini bisa mencapai target pendapatan asli daerah (PAD).Sebab, adanya batasan jam buka dan pengunjung pada hotel atau restoran masih dibatasi. Terlebih pihak Satgas Covid-19 Bangkalan masih melarang adanya kegiatan yang menyebabkan kerumunan.

Kata Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi II Bapenda Bangkalan, Erni Mardiani mengatakan, tahun ini pihaknya ditarget pajak hiburan sebanyak Rp113 juta. Karena masih terdampak wabah Covid-19, dia tidak yakin akan ada yang menyetor pajak pada tahun ini mengingat instruksi masih dilarang melakukan kegiatan hiburan.

“Saya pesimis ada yang menyetor pajak dan bisa mencapai targetnya,” katanya.

Selain pajak hiburan, 7 pajak daerah lainnya juga tidak bisa menjamin bisa mencapai target. Dia berencana, akan segera melakukan evaluasi dengan menurunkan target pajak daerah.

“Usai evaluasi nanti kami inginnya ada penurunan target pajak, karena tidak mungkin jika tetap bisa mencapai target bahkan lebih,” jawabnya.

Dia menjelaskan, target 7 pajak daerah yang dinaungi Bapenda yakni masing-masing pajak hotel Rp3,11 miliar, pajak restoran Rp350 juta, pajak hiburan Rp113 juta, pajak reklame Rp1,7 miliar, pajak parkir Rp400 juta, pajak sarang burung walet Rp5 juta dan pajak penerangan jalan Rp2,9 miliar.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pengembangan PAD Bapenda Bangkalan, Sri Yenny Repeliyanti mengakui, triwulan pertama realisasi pajak masih minim.Pihaknya akan terus berupaya untuk berusaha memenuhi capaian PAD yang sudah ditargetkan. Meski pun efek dari wabah banyak warung-warung yang tidak buka sehingga berpengaruh terhadap perolehan PAD.

“Ekonomi di Bangkalan saat ini melemah, sehingga potensi PAD juga ikut melemah. Saat ini banyak warung-warung yang tidak beroperasi, sehingga sepi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tak hanya rumah makan dan hiburan yang sepi. Perekonomian di lini pasar juga terdorong sepi. Realisasi target PAD pasar di Dinas Perdagangan (Disdag) yang ditarget Rp5 miliar, masih 3,76 persen yang sudah masuk ke Bapenda.

“Sama, perekonomian di pasar juga. Ini masih sekitar Rp52 juta yang baru menyetor ke kami,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed