oleh

Bapenda Bangkalan:  Triwulan Pertama PAD Capai 3,71 Persen

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pendapatan asli daerah (PAD) Bangkalan tahun 2021 triwulan pertama belum mencapai target. Pada bulan ketiga awal tahun ini, capaian PAD masih 3,73 persen. Bahkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) belum ada yang menyetor.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pengembangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Sri Yenny Repeliyanti mengungkapkan, awal tahun ini memang banyak OPD yang belum menyetorkan PAD secara maksimal. Dia melihat hal itu karena masih terdampak wabah Covid-19 yang belum selesai. Namun diakui minimnya realisasi PAD itu masih tahap wajar pada awal tahun.

Berdasarkan data dari Bapenda Bangkalan per-tanggal 10 Maret 2021, PAD di 19 instansi pemerintah masih mencapai Rp9,7 miliar atau sekitar 3,71 persen dari target sebesar Rp262,4 miliar.

“Masih wabah, kami sudah berusaha. Sehingga memang potensi PAD agak lemot ini,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021).

Lanjut dia, banyak rumah makan dan tempat hiburan belum beroperasi secara penuh. Untuk kenaikan target PAD, dia mengakui, memang harus dinaikkan. Tetapi, untuk realisasinya akan ada evaluasi. Dia juga mengatakan, meski ada kenaikan PAD di tengah wabah Covid-19, optimis bisa mencapai itu.

Mengingat, saat ini Bangkalan sudah memasuki zona kuning. Yenny mengartikan, hal tersebut pertumbuhan ekonomi dalam geliat pelaku usaha sudah mulai bangkit. Pihaknya juga akan melakukan pendataan usaha baru yang sempat tutup dan segera melakukan evaluasi terkait hal itu.

“Jadi setiap tahun harus ada kenaikan. Tapi, di pertengahan tahun nanti kan ada evaluasi anggaran. Nah, dari situ akan dihitung kembali realisasinya,” terangnya.

Masih menurut Yenny, jika hasil evaluasi banyak OPD yang tidak bisa memenuhi target kenaikan. Akan ada penurunan lagi sesuai dengan perubahan anggaran keuangan (PAK) seperti tahun 2020. Jadi, akan ada perubahan target yang kemungkinan bisa saja kembali ke awal, seperti tahun sebelumnya setelah ada evaluasi.

“Tapi kalau kami inginnya bagaimana caranya OPD ini bisa memproyeksikan secara maksimal setiap triwulannya,” jelasnya.

Masih menurut Yenny, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah untuk menggali potensi PAD agar mencapai target. Pihaknya akan melakukan monitoring ke tempat-tempat yang berpotensi bisa kembali menyetorkan pajak dan retribusi. Selain itu, dia akan melakukan pendataan ulang kepada pelaku usaha yang ada di Bangkalan.

“Mungkin kalau ada yang perlu difasilitasi seperti pembangunan portal parkir. Nanti akan kami usulkan ke Bappeda agar difasilitasi untuk menambah PAD Bangkalan,” tuturnya.

Selain itu, wisata-wisata kecil yang mulai tumbuh akan dikoordinir untuk berkontribusi kepada Pemkab Bangkalan. Mulai dari sisi retribusi, parkir dan pajaknya. Sedangkan, pendapatan di bagian penunjang perekonomian seperti pasar. Yenny, melihat masih minim.

“Masih kecil retribusinya saat ini, masih sekitar Rp800 juta yang masuk ke kami. Belum sampai ada Rp1 miliar pada triwulan pertama dari target Rp5 miliar per-tahun,” pungkasnya. (ina/mam)

Setoran PAD Selama Triwulan Pertama

– Target PAD 2021 sebesar Rp262.470.736.775

– Realisasi Triwulan Pertama sebesar Rp9.728.249.564,88 atau 3,71 persen

– Jumlah OPD 19 instansi dan yang belum menyetor PAD ada 5 OPD

 

Komentar

News Feed