Bappeda Bangkalan Dorong Percepatan Proyek JLS Bangkalan-Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) JALUR BARU: Salah satu staf Bappeda Bangkalan menunjukkan peta lokasi pembangunan Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Bangkalan-Sampang.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Proses kajian pembangunan proyek besar di Madura, khususnya di Bangkalan, yang tertuang dalam Perpres 80 Tahun 2019 mulai bergeliat. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan mulai mendorong penyegeraan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS). 

Pembangunan jalur Bangkalan-Sampang tersebut disediakan pagu anggaran senilai Rp 300 miliar dalam APBN 2021. Eksekusinya menunggu setelah proses kajian dan studi kelayakan dirampungkan.

Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan Felgi Surya Prana mengungkapkan, empat kabupaten di Madura bersepakat bahwa JLS Bangkalan-Sampang menjadi prioritas dan akan digarap paling awal.

Pernyataannya itu merupakan hasil rapat dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam kesempatan tersebut, Bappeda mendorong proyek yang jadi domain  Kementerian PUPR itu segera dibangun.

Kini, proyek jalan nasional itu masih pada tahapan perencanaan, atau sudah melalui tahapan studi kelayakan. Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti kapan pelaksanaan proyek tersebut mulai dikerjakan. Namun menunggu detailed engineering design (DED) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) atau KemenPUPR. 

“Awalnya DED akan dibuat provinsi, namun masih tarik ulur dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), karena JLS itu akan menjadi jalan nasional,” jelas Felgi.

Mega proyek Madura Industrial Seaport City (MIS-C) itu diklaim akan mendukung industri kemaritiman di kawasan pesisir Kecamatan Socah, Bangkalan. Proyeksi anggarannya sebesar Rp3 triliun melalui pendanaan pihak swasta. 

Kendati pagunya senilai Rp 300 miliar, namun kebutuhan yang tertuang di Bappeprov Jatim mencapai senilai Rp 700 miliar dengan konsep sebagian besar KPBU.

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Madura, H Syafiuddin mengungkapkan, proyek pembangunan JLS memang sudah masuk kerangka postur APBN 2021. Pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan implementasi dari perpres tersebut, harus berkesinambungan.

“Infrastruktur harus terbangun terlebih dulu tanpa harus menunggu pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulupandan,” ungkapnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *