Bappeda Sumenep Revisi RTRW

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MENGAKUI: Persoalan RTRW berdampak pada aktivitas galian C tak berizin.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dinilai kurang melindungi masyarakat, sehingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep akan melakukan evaluasi maupun revisi terhadap RTRW.

Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Kewilayahan Deddy Satria Pinandita melalui Sub Bidang Permukiman dan Pengembangan Wilayah Bappeda Sumenep Chairul Hidayat mengatakan, maksud kurang melindungi masyarakat karena masih ada beberapa poin yang lebih memberikan kebebasan terutama untuk penambang, salah satunya galian C. Sehingga pihaknya sudah mengajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov) agar segera dilakukan revisi RTRW.

Bacaan Lainnya

“Kami memang terkesan menutup mata, rata-rata aktivitas penambang banyak yang tidak berizin. Karena prosesnya memang agak sulit,” katanya.

Namun meski revisi itu masih belum ada hasil, maka aktivitas tetap berjalan. Sehingga pihaknya juga mengatakan pekerja galian C rata-rata bekerja tanpa regulasi yang benar, artinya ketika sudah ilegal maka tidak ada perlindungan terhadap para pekerjanya.

Menurut dia, ketika terjadi yang tidak diharapkan, misalnya ada pekerja yang tertimbun galian, maka pihaknya mengaku tidak mempunya wewenang untuk menertibkannya.

“Sebab jika tidak ada izinnya maka otomatis tidak ada pertimbangan bahayanya. Tetapi ketika sudah kejadian longsor atau tertimbun pemerintah yang salah. Itu pasti. Makanya posisi kami membingungkan,” imbuhnya.

Dia mengatakan, sepanjang tidak merusak lingkungan maka aktivitas penambangan masih tetap diperboleh. Sambi lalu mengatur di RTRW baru. Apalagi pihaknya pesimis mendapatkan rekomendasi untuk perubahan tersebut dengan adanya UU Omnibus Law yang segala perizinan diakomodir oleh pusat.

“Kami sendiri masih belum bisa memastikan perubahan tersebut dituruti oleh pemprov. Apalagi dengan adanya Omnibus Law itu, padahal yang tahu di daerah itu kami,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *