oleh

Baru 6 Tambak Udang Berizin Lengkap

5 Tambak Proses, 1 Izin Tambak Ditolak

Kabarmadura.id/SUMENEP – Jumlah ambak udang yang terdata di Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumenep adalah 12 tambak. Namun ada satu tambak udang dicabut izinnya dengan alasan menyalahi aturan.

Kukuh Agus Susyanto, Kabid Perizinan DPM-PTSP Kabupaten Sumenep memaparkan, proses perizinan mengharuskan pemohon mendaftarkan ke sistem online.

“Sebenarnya itu sudah kewajiban pemohon untuk mendaftarkan ke sistem Online Single Submission (OSS) dan kalau tidak faham tentu kami melakukan pendampingaan,” ungkapnya.

Tidak bisa dipungkiri, menurutnya, bahwa tambak yang sudah berizin tentu akan tampil di OSS itu, baik izin lokasi, izin tambak dan Surat Izin Usaha Pedagangan (SIUP). Namun yang perlu diperhatikan, terdata di sistem belum tentu secara resmi bahwa tambak itu sudah berizin. Namun, pemohon tambak harus menyelesaikan komitmen pertambakan.

“Komitmen pertambakan itu yang pertama adalah legalitas tata ruang, tentu tata ruang tersebut harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detil Tata Ruang (RTDRK). Yang kedua  adalah legalitas tanah,” ujarnya.

Dalam legalitas tanah, setidaknya ada bukti yang dapat ditunjukkan kaitanya dengan bukti penjualan tanah dari pemilik, yang secara teknis diurus oleh pihak pertanahan.

“Sementara, kalau ketiga point itu sudah selesai, tentu nanti perusahaan mengurus dokumen UKL-UPL sebagai persyaratan kaitan dengan dampak sosial masyarakat. Itu bisa difasilitasi oleh pihak desa, kecamatan dan lainnya. Tentu kalau sudah ada dokumen dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan nanti kami akan keluarkan izin lingkungan sesuai dengan dokumen DLH,” paparnya.

Tidak hanya itu, ketika perusahaan memiliki gedung dan aktivitas budidaya, maka perusahaan harus mengurus izn mendirikan bangunan dan izin budidaya.

“Kalau sudah dipenuhi dari proses awal hingga akhir, tentu kami akan aktifkan dan izinnya keluar. Dan hari ini yang sudah kami keluarkan izinnya ada 6 tambak udang, 5 tambak udang masih proses dan 1 tambak udang ditolak karena didirikan di dekat pantai,” ujarnya.

Soal isu tambak udang yang dimiliki pihak asing, selama proses perizinan pihaknya hanya menangani izin yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) sehingga pihaknya tidak tahu menahu soal kepemilikan asing.

“Kami tidak pernah memproses izin tambak yang e-KTP pemiliknya adalah WNA,” tegasnya. (mun/pai)

Nama Perusahaan Tambak yang memiliki Izin.pdf

Sumber: Dinas DPM-PTSP Kabupaten Sumenep

Komentar

News Feed