oleh

Baru Dikerjakan, Puskesmas Jrengik Harus Dibongkar Ulang

Kabarmadura.id/Sampang/JRENGIK-Pembangunan  Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang dengan anggaran Rp7.684.827.034 harus dibongkar ulang. Pasalnya, proyek yang dananya bersumber dari Anggaran Pendataan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di satuan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang tersebut, ada beberapa penataan yang harus diperbaiki, antaranya galian untuk pondasi dan penataan yang kurang lurus.

Beruntungnya, pembongkaran tersebut dilakukan di awal pekerjaan, artinya pengerjaan masih di tahap pondasi. Sehingga, jika dilakukan pembongkaran ulang untuk diperbaiki tidak memakan waktu lama.

Ketua Tim Monev Proyek Pembangunan UPTD Puskesmas Jrengik Tony Moerdiwanto menuturkan, pada hari Rabu (19/8/2020) Tim Monev melakukan pemantauan ke lokasi untuk mengecek kondisi pembangunan. Hasil dari monitoring tersebut ada beberapa pengerjaan yang harus dibongkar untuk diperbaiki.

Adapun tim Monev itu terdiri dari beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di antaranya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Agus Mulyadi, Kepala DPRKP Mohammad Ziz, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekdakab Sampang dan Kabag Pembangunan, Didik.

“Tim monitoring ini dibentuk untuk membantu dalam melaksanakan pembangunan dan mengawasi kualitasnya,” ungkapnya, Kamis (20/8/2020).

Ditambahkan, tujuan dari Monev ke lokasi pengerjaan itu hanya ingin mensuport OPD terkait. Sehingga, hasil dari monitoring, kondisi pondasinya miring. Namun, pihaknya mengaku sudah memberi masukan untuk segera diperbaiki, sehingga ke depan jika ada pembangunan konstruksinya tidak bagus jangan sampai diteruskan, agar tidak menjadi budaya.

“Resikonya nanti manfaat dari bangunan itu sendiri. Jika kita membiarkan percuma ada pembangunan. Selain itu, saya minta jangan sampai batas waktunya dilewati, jika memang terlambat, harus ada penambahan tukang,” imbuhnya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas proyek tersebut, Arifin mengakui bahwa ada tim Monev yang mengecek bangunan ke lokasi. Sehingga, dari tim tersebut meminta sebelum dilakukan pengecoran harus diperbaiki dulu.

“Tadi memang ada tim monev ya ke lokasi, dan temuannya ada pengerjaan yang harus diperbaiki, yakni galian pondasi bawah sebelum dicor diminta harus dibersihkan, dan penataan yang tidak lurus,” tuturnya.

Kendati demikian ia menuturkan, seharusnya pengerjaan proyek Puskesmas Jrengik tersebut sudah mencapai 11 persen. Cuma karena lambatnya pembongkaran puskesmas sebelumnya hingga saat ini hanya mencapai 4 persen. Adapun kontrakan kerja pembangunan ini hanya 5 bulan.

“Progres pengerjaan hanya mencapai 4-5 persen, karena terlambat proses pembongkaran gedung sebelumnya. Dan kontrak kerjaya dimulai pada bulan Agustus hingga 2 Desember nanti,” singkatnya (mal/pai).

Komentar

News Feed