Baru Dua Pekan Dikerjakan, Proyek Jalan Palengaan-Pangereman Senilai Rp3,3 Miliar Amblas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SIDAK: Anggota Komisi III DPRD Pamekasan temukan proyek yang baru dikerjakan longsor.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  -Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menemukan pengerjaan proyek jalan yang baru saja dikerjakan longsor. Sebab dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Padahal,  proyek tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp3,3 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Pamekasan Rida’i menuturkan, setelah mendapatkan laporan masyarakat, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan.

Ia bercerita, sesampainya di lokasi, rekonstruksi atau peningkatan kapasitas struktur Jalan Palengaan-Pangereman tersebut longsor. Penyebabnya yaitu  pengaspalan diselesaikan sebelum plengsengan dan bronjong rampung.

“Pengerjaan itu masih berjalan sekitar 2 mingguan, sebenarnya pendukung jalan yang didahulukan, karena saya lihat dikontraknya, ada pendukungnya, ada plengseng dan bronjong. Kenyataannya malah hotmiknya yang didahulukan, akhirnya terjadi longsor,” paparnya, Senin (13/9/2021) usai melakukan sidak di Kecamatan Batu Marmar.

Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur sepanjang 2,25 kilometer itu secara berkala.

“Kami minta kepada rekanan  agar pengerjaannya bisa diperbaiki, sehingga sesuai dengan regulasi yang ada, sebab masih dalam tahun anggaran,” ungkapanya.

Berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pamekasan, nilai pagu anggarannya mencapai Rp4 miliar, tetapi hasil negosiasinya senilai Rp3,3 miliar dengan pemenang pekerjaan atas nama PT. Duta Abadi Lancar Jaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Cahya Wibawa menyampaikan, bahwa terkait jalan longsor,  pihaknya sudah melakukan komunikasi intens kepada rekanan agar dilakukan perbaikan.

“Jalan tersebut sedang dalam pengerjaan, lokasi yang amblas sedang dilakukan penggalian tanah untuk plengsengan. Seharusnya, kendaraan yang lewat di lokasi tersebut dibatasi dan diatur agar tidak sampai merusak jalan yang sedang dalam proses pengerjaan,” pungkasnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *