oleh

Baru Terserap 40 persen, Dana BOK 2020 menyusut

Kabarmadura.id/Pamekasan-Realisasi program Biaya Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, tidak berjalan optimal. Salah satu kendalanya, adanya larangan menggelar kegiatan atau kumpul-kumpul akibat merebaknya Covid-19.

Hingga saat ini, serapan BOK masih mencapai 40 persen dari anggaran Rp13 miliar, terhitung sejak bulan Maret 2020 kemarin. Realisasi untuk program tersebut memang tersendat. Hal ini diungkapkan, Kadinkes Pamekasan, Dr. Ahmad Marzuki, Rabu (02/09/2020).

“Sekitar 40-an, karena terbentur covid-19 ada kegiatan yang berhenti sejenak, karena melibatkan masyarakat banyak,”ungkapnya.

Menurutnya untuk pemanfaatan BOK cukup bervariasi, mulai dari penyuluhan, pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian implikasi kesehatan masyarakat bisa terjamin seoptimal mungkin.

“Secara keseluruhan untuk DAK-nya 14 miliar pada tahun 2019, sedangkan pada tahun 2020 berkisar 13 miliar, jadi berkurang sekitar 1 miliar,” ujarnya.

Disinggung mengenai berkurangnya anggaran dari tahun sebelumnya, Dr. Marzuki mengaku belum mengetahui secara pasti. Sebab dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun secara umum mencukupi kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Pertama itu kan dari pusat, dari kami sebenarnya sudah tercukupi, bukan masalah penurunan, jadi untuk kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi,” ucapnya.

Dijelaskan target BOK untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebab jika masyarakat sehat maka aktivitas akan berjalan lancar. “Jadi masyarakat harus sehat, jangan sampai sakit, BOK ini prinsipnya masyarakat tidak boleh sakit,”tukasya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pamekasan Ainul Yakin menyampaikan, untuk layanan kesehatan lebih dimaksimalkan. Sebab, anggaran untuk kesehatan tersedia dengan nominal besar. “Mudah-mudahan pelayanan kesehatan terus dioptimalkan,”pungkasnya. (rul/ito)

Komentar

News Feed