Batasi 50 Daerah, PUPR Tidak Bangun Irigasi di Wilayah Kering

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PEMBANGUNAN: PUPR tidak bisa membangun infrastruktur irigasi yang bukan daerah irigasi.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Berdasar penyampaian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan, pembangunan infrastruktur irigasi  terbatas kepada 50 daerah yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sehingga untuk daerah yang kering, dan tidak ada sumber airnya, secara pasti tidak akan dilakukan pembangunan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sistem irigasi Ika Agustina, untuk pembangunan infrastruktur irigasi dipastikan terlebih dahulu tentang sumber mata air yang akan menjadi pusat pengaliran airnya. Apabila sudah dinyatakan ada sumber air,  sesuai dengan 50 daerah yang tersebar di 13 kecamatan, maka pengusulan untuk dibangun irigasi.

“Kalau misalkan sumbernya itu kering, itu tidak kami usulkan, ada beberapa sumbernya yang sudah mati itu tidak kami usulkan, tapi misalkan itu sumber airnya ada, baru kami usulkan, daerah mana yang perlu pembangunan irigasi, atau perlu pengemabngan irigasi atau perlu rehab,” paparnya, Senin (29/11/2021).

Bacaan Lainnya

Untuk daerah yang tidak tersentuh program irigasi di Pamekasan terdapat di beberapa wilayah di 13 kecamatan, di antaranya di Kecamatan Pakong, Kecamatan Pasean, Kecamatan Batumarmar dan lainnya.

Sedangkan tujuan dari irigasi, menurutnya untuk mengalirkan air dari sumber ke sawah-sawah, agar dicapai suatu kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman, melalui jaringan irigasi air tanah (JIAT) dengan melakukan pengeboran dan ada irigasi air permukaan.

“Jadi untuk pembangunan infrastruktur, irigasinya sesuai dengan jaringan yang kita punya, seperti daerah Pakong, kalau daerah yang tidak punya sumber memang tidak ada irigasinya,” ujar Ika.

Dia berharap kepada masyarakat yang berada daerah pembangunan irigasi, supaya bisa ikut menjaga fasilitas yang sudah bangun, sehingga terus berfungsi untuk kepentingan pertanian di daerah masing-masing.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan