oleh

Batik Sampang Dinilai Tidak Miliki Ciri Khas

Kabarmadura.id/Sampang-Keseriusan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang dalam mengembangkan batik daerah, masih diragukan. Pasalnya, hingga saat ini daerah yang berjuluk Kota Bahari itu belum memiliki batik khas.

Atas kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yaqin meminta, Disperindagprin setempat untuk melakukan penataan ulang, utamanya terkait kelembagaan pembatik di wilayah itu.

Selain itu, Agus meminta agar dilakukan pendataan para pembatik yang sudah mendapat pembinaan, pelatihan dan bantuan dari pemerintah daerah. Hal itu bertujuan, agar yang belum tersentuh menjadi sasaran prioritas, serta didorong agar bisa mendapatkan bantuan juga, sehingga merata.

“Memang sudah ada sentuhan dari pemerintah, tetapi lebih bersifat monoton dan tidak merata, maka perlu dilakukan penataan ulang,” ungkapnya, Minggu (12/1/2020).

Agus mengungkapkan, hingga kini di Sampang belum ada ikon atau ciri khas batik yang bisa ditampilkan sebagai labeling daerah. Hal itu, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari semua pembatik yang ada di wilayah Sampang.

Sebab menurutnya, potensi Batik Sampang sangat tinggi, hanya saja selama ini pemerintah masih kurang serius dan maksimal dalam mengembangkan batik. Indikasinya, banyak batik yang dipakai siswa merupakan batik yang dibeli dari daerah luar Sampang, seperti  Pamekasan dan Bangkalan.

“Di Sampang sampai saat ini belum memiliki batik khas yang menunjukkan bahwa batik ini adalah khas Sampang dan memiliki makna dari sisi sejarah,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong pemkab untuk mengadakan lomba desain batik yang punya ciri khas tentang Sampang. Dengan lomba itu, Sampang akan memiliki batik khas yang bisa dibanggakan, layaknya batik khas Solo dan Jogjakarta.

“Kita ini harus punya brand seperti Jogja dan Solo ini. Tetapi pertanyaannya, pemangku kebijakannya paham dan punya keinginan yang sama tidak?, kalau potensinya tidak perlu diragukan, kami yakin bisa bersaing,” Jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindagprin Sampang Imam Rizali berkelit, untuk program batik terdiri dari pembinaan atau pengembangan, pengawasan industri dan standarisasi produk. Pihaknya mengklaim semua program batik itu sudah berjalan maksimal dan dilakukan secara bertahap.

“Sebenarnya, kami sudah menjalankan program batik ini dengan maksimal dan merata, jika masih ada yang belum tersentuh, ini masih dalam dalam proses, karena memang dilakukan secara bertahap,” singkatnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed