oleh

Batik Wirausaha Muda Sumenep (WMS) Sumenep Diminati Masyarakat Nasional

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Keunikan dan kepekaan terhadap perkembangan zaman Batik Rato Wirausaha Muda Sumenep (WMS) Sumenep, selain menjadi rujukan masyarakat lokal dalam mengoleksi batik, juga menyita perhatian Putri Indonesia Jawa Timur (Jatim) 2018 dan desainer ternama.

Keduanya meluangkan waktu khusus untuk berkunjung ke sentra batik WMS dan melihat langsung proses pembuatan batik, Sabtu (21/11/2020).

Runner up I Putri Indonesia Jatim 2016 Ayuk Hartiningsih Ibrahim mengatakan, kreativitas serta inovasi menjadikannya tertarik dengan karya pemuda di bawah binaan WMS ini, ketelatenan dan menampilkan ciri khas keris menambahkan nilai jual dan kekaguman bagi penikmat batik.

“Batik Sumenep memiliki ciri khas dibanding batik yang lainnya. Selain itu, juga mempunyai kelebihan sangat nyaman dan unik karena banyak motif baru. Tidak hanya menoton dengan batik kuno, artinya peka terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Sehingga saat berkunjung ke Sumenep dan mencoba menikmati prosesnya dengan mencoba mempraktikkan mewarnai batik di rumah produksi WMS, dan tidak berhenti memuji kelebihan yang ditampilkan dalam desain batik, selain ciri khas juga kaya makna filosofi yang terkandung di setiap garisnya.

Ayuk tidak berhenti berharap, agar kreativitas yang sangat luar biasa itu terus diasah dan dituangkan dalam model-model baru, sebab dengan melihat langsung beberapa hasil karya anak WMS dirinya menilai selain berbakat juga ada semangat kuat yang ditampilkan di setiap karyanya dan sangat layak dipublikasikan.

“Langkah konkret ke depan tinggal membranding, menyebar tentang kualitas batik Sumenep. Sebab hal itu memang sudah kayak,” imbuhnya.

Dia datang ke Sumenep bersama Fashion Designer Jawa Timur, Imam Mustafa yang juga mengaku senang dan bangga karena dalam proses produksinya dilakukan oleh para pemuda, sehingga dirinya terpanggil untuk mempromosikannya.

Pria yang akrab disapa Imus itu juga berharap, Batik Rato WMS menjadi wadah kreativitas anak muda dan terus berkembang hingga benar-benar menjadi bidang usaha yang bisa bermanfaat terutama bagi anak muda Sumenep. Sehingga hal itu selaras dengan misi pemerintah dalam mengurangi pengangguran dengan membuka usaha sendiri.

“Ini menjadi satu semangat bagi saya sebagai orang asli Sumenep. Ada sentra batik yang dikerjakan dan dikelola oleh anak muda berbakat untuk memperkenalkan budaya mereka dengan cara mereka sendiri. Ini menjadi keterikatan batin bagi saya dengan Wirausaha Muda Sumenep,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Inkubator Wirausaha Sumenep (PIWS) Khoirul Asiah menjelaskan, kunjungan salah satu putri terbaik Jatim ini sudah direncanakan sejak awal bersama dengan Desainer Imam Mustofa.

Hal itu bertujuan memecut semangat para pemuda di WMS. Apalagi memang produk-produk usaha WMS kini mulai masuk ke tingkat nasional. Terutama yang paling gencar peminatnya adalah kebangkitan Batik Rato WMS.

“Harapan kami dengan hadirnya Putri Indonesia Jatim ini bisa membantu menyebarluaskan kepercayaan masyarakat terhadap produk WMS,” ungkapnya.

Irul melanjutkan, saat ini, produk WMS juga banyak diapresiasi berbagai pihak. Di antaranya oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Kementerian Koperasi. Selain itu, program ini merupakan satu-satunya di Jatim sebagai percontohan pengembangan wirausaha yang berbasis sentra produksi.

“Sebab selain belajar, juga berbisnis di sini (WMS). Bisa memanajemen usahanya masing-masing,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed