oleh

 Batuk Darah Usai Divaksin, Dinkes Pamnekasan: Vaksin Tidak Sebabkan Batuk Darah

KABARAMADURA.ID;PAMEKASAN-Setelah melacak Mario Tri Atnarto, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menyimpulkan ada kemungkinan yang bersangkutan memiliki penyakit bawaan sebelum divaksin. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pria asal Desa Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan tersebut muntah, darah setelah divaksin Covid-19 tahap dua.

Pihak Dinkes Pamekasan memeastikan, vaksin Covid-19 tidak mempunyai dampak secara khusus yang bisa menyebabkan penerima vaksin bisa sakit parah.

Sehingga kejadian yang menimpa Mario Tri Atnarto, dipastikan bukan karena vaksin, melainkan ada penyakit yang sudah ada sebelumnya. Alasan lainnya, vaksin untuk menguatkan imunitas tubuh yang divaksin. Selain itu, sejauh analisanya, tidak ada satu pun yang vaksin jatuh sakit, hanya ada efek ngantuk, panas dan lainnya.

“Yang pasti penyakitnya itu ada tanda-tanda infeksi, kalau vaksin itu tidak menyebabkan infeksi kuman,” papar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan Marsuki, Rabu (14/4/2021).

Namun kondisi Mario yang merupakan pasien yang sedang dirawat di Puskesmas Larangan Badung selama 4 hari tersebut semakin membaik. Pihaknya juga terus memantau perkembangan terkininya untuk memastikan pasien tersebut tertangani dengan baik.

“Vaksinasi tahap I dan II sudah selesai, jika tidak salah setelah 4 hari dia batuk darah, terus dirawat di puskesmas tapi kondisinya sudah membaik,”urainya.

Dia juga membantah bahwa yang diderita pasien adalah kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Sebab, merupakan kejadian medis yang tidak diinginkan pada seseorang yang terjadi setelah pemberian imunisasi.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto mengklaim sudah memeriksa pasien tersebut. Menurutnya, efek vaksin tidak akan berdampak sakit yang sangat parah. Sehingga jika ada kasus demikian, dimungkinkan adanya penyakit bawaan sebelumnya.

“Mungkin dia mempunyai penyakit magh yang parah, ditambah stres karena mau divaksin atau apa, asam lambungnya meningkat bisa menyebabkan pendarahan asam lambungnya tetapi bukan karena vaksinnya,”ulasnya, Senin (12/4/2021).

Ditegaskan pula, vaksin yang disuntikan di lengan, tidak mungkin bisa langsung ke perut, di mana kejadian muntah darah yang biasanya disebabkan infeksi lambung.

“Tetapi saya belum bisa bicara secara pasti, karena saya belum mendapatkan laporan, sekarang masih sedang dilacak di lapangan,” kata Nanang. (rul/waw) 

 

Komentar

News Feed