Bawa Harum Sumenep, Atlet Diabaikan Disbudporapar

Olahraga133 views

KABAR MADURA | Bonus untuk atlet dan oficial berprestasi yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 lalu sampai saat ini belum diberika oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep.

Kondisi tersebut, Disbudporapar Sumenep terkesan mengabaikan anak muda yang berprestasi dan membawa harum nama Sumenep.

Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan berdalih, lantaran dana untuk bonus atlet berprestasi hingga saat ini masih tidak ada kepastian, termasuk nominal yang akan disiapkan juga tidak kunjung ada kejelasan.

Iksan mengklaim, pihaknya masih berupaya. Namun meskipun begitu, tidak ada jaminan tentang anggaran kepada atlet berprestasi tersebut.

“Terkait bonus atlet masih proses pengajuan,” jawabnya singkat.

Baca Juga:  Dirut PBMB Annisa Zhafarina: Tetaplah Low Profile, Madura United!

Diketahui atlet berprestasi di Porprov 2023 Jawa Timur itu tidak sesuai harapan, dari target awal menimal 10 emas, 10 perak dan 10  perunggu tetapi justru hanya memperoleh 6 emas, 7 perak dan 13 perunggu.

Jika mengacu pada tahun lalu bonus atlet peraih medali di Porprov dengan rincian 30 juta untuk peraih medali emas, 20 untuk perak dan 10 juta untuk peraih perunggu. Jika beregu seperti olahraga voli maka hal itu dibagi rata sesuai jumlah atlet yang ikut, kalau individu, seperti lari maka maka dinikmati secara langsung.

Sementara itu, Anggota Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep H Masdawi menilai dinas dan pihak terkait terkesan abai untuk memberikan apresiasi atau oemghargaan kepada warga berprestasi dan membawa harum nama Sumenep.

Baca Juga:  Piala AFF 2022, Tim Garuda harus Berjuang Keras Kalahkan Vietnam

“Perhatian terhadap atlet ini sangat perlu dilestarikan, tapi sayangnya itu terkesan diabaikan, padahal para atlet sudah berjuang mengharumkan Sumenep, tidak kasian,” ungkapnya.

Masdawi menilai, Pemkab Sumenep yang terkesan mengabaikan apresiasi, akan berdampak buruk pada mental para atlet. Oleh karenanya, jika kondisinya seperti itu, jangan berharap kemajuan dunia olehraga di Sumenep.

Menurutnya, adanya apresiasi itu tentu sangat diharapkan oleh para atlet, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan pengembangan diri di bidang olahraga yang ditekuninya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *