oleh

Bawaslu Bebaskan Kampanye Medsos di Hari Tenang

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Sejak Minggu (14/4) seluruh kegiatan kampanye pemilu resmi dihentikan. Selama tiga hari jelang pecoblosan tidak boleh ada kegiatan kampanye yang dilakukan oleh para peserta pemilu. Namun hal itu tidak berlaku terhadap kampanye yang dilakukan di media sosial (medsos).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan tidak mempermasalahkan masyarakat yang mengekspresikan dukungannya melalui media sosial (medsos) pada hari tenang jelang pemilu tanggal 17 April 2019.

Meski dalam ekspresi itu terdapat materi kampanye, seperti menyiarkan berita, iklan, rekam jejak calon, citra diri paslon atau yang mengarah kepentingan kampanye untuk menguntungkan salah satu pihak. Namun hal itu tidak dianggap sebagai pelanggaran hari tenang versi Bawaslu Pamekasan.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pamekasan Khotim Ubaidillah mengatakan, pengecualian terhadap hal itu, hanya berlaku pada akun-akun media sosial milik masyarakat ataupun peserta pemilu yang tidak terdaftar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurutnya, Bawaslu hanya sebatas mengawasi akun-akun milik peserta pemilu yang didaftarkan kepada KPU. Sementara di luar akun yang didaftarkan tersebut, pihaknya tidak punya hak untuk menindak. Meskipun akun tersebut digunakan sebagai sarana kampanye di hari tenang pemilu.

“Kalau warga mengekspresikan dukungannya, ya sah-sah saja, warga biasa itu boleh, tapi kalau masuk tim kampanye tidak boleh.” katanya Senin (15/4).

Lebih lanjut Ubaidillah menerangkan, penindakan terhadap akun medsos yang dipergunakan untuk media kampanye di hari tenang, menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan. Kepolisian mempunyai untuk menyelidiki, apakah akun tersebut milik peserta pemilu, atau tim sukses dari peserta pemilu.

Terlebih, menurut Ubaidillah, selama ini di Kabupaten Pamekasan  belum pernah ada  peserta pemilu yang mendaftarkan akun medsosnya yang digunakan untuk kampanye ke KPU. Akibatnya, pihaknya kesulitan untuk memastikan apakah akun yang diduga melanggar aturan kampanye itu, milik peserta atau tim sukses dari peserta pemilu.

“Ada laporan dari masyarakat tentang (kampanye, red) medsos di hari tenang,” terangnya.

Semenatara itu, Aktivis Formasi Pamekasan Iklal meminta agar Bawaslu Pamekasan bersikap tegas terhadap akun media sosial yang masih aktif melakukan kampanye di hari tenang. Sebab menurutnya, tidak sedikit akun medsos, baik milik masyarakat umum atau peserta pemilu yang masih “berkampanye” di hari tenang.

Apalagi, aturan KPU pada Pasal 53 Ayat 4 PKPU Nomor 23 Tahun 2018, telah mengatur secara detail tentang larangan kampanye di media sosial pada hari tenang. Dimana pada pasal tersebut dijelaskan, pada masa tenang Pemilu 2019 seluruh media cetak, elektronik dan media sosial dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak calon, citra diri paslon atau yang mengarah kepentingan kampanye untuk menguntungkan salah satu pihak.

Menurutnya, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU untuk setiap peserta pemilu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.

“Prinsipnya pada masa tenang tidak diperbolehkan kampanye untuk semua metode kampanye, bawaslu harus tegas,” tuntutnya. (pin/waw)

Komentar

News Feed