oleh

Bawaslu Berdalih Tidak Temukan Politik Uang

Kabarmadura.id/SUMENEP-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep berdalih bahwa pihaknya tidak menemukan politik uang menjelang pemilihan, yang mereka temukan hanya indikasi money politik.

Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Noeris mengungkapkan di masa tenang saat melakukan patroli ke berbagai tempat tidak menemukan politik uang walau banyak kabar bereda yang sampai ke pihaknya bahwa akan ada transaksi jual beli suara.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami masih belum menemukan itu, mudahan-mudahan sampai pencoblosan tidak ada money politic di Sumenep,” harapnya, Selasa (16/4)

Ia menambahkan bahwa jika memang ada temuan politik uang dan dapat dibuktikan kebenarannya, pihaknya pasti akan menindaklanjuti sebagaimana mestinya, sesuai regulasi yang berlaku.

Aggota Bawaslu Imam Syafi’i menambahkan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya politik uang, kalau pun ada hanya kabar-kabar yang tidak valid kebenarannya karena pihak-pihak yang mengatakan hal itu tidak mampu menghadirkan saksi yang dibutuhkan untuk ditindak lanjuti.

“Malau laporang indikasi dari Masalembu ada, tetapi sampai sekarang tidak bisa menunjukkan bukti. Oleh karena itu kita memberikan kesempatan selama tiga hari,” tegasnya, Selasa (17/4).

Salah satu warga Kecamatan Lenteng atas inisial Hk mengungkapkan bahwa di wilayahnya banyak terdengar jual beli suara, bahkan dirinya juga pernah ditawari tetapi ia tolak dengan alasan idealismenya tidak mau dengan uang. Berdasarkan pengakuan Hk, uang yang ditawarkan dan diberikan bervariasi, ada yang Rp25 ribu, Rp50 ribu, dan Rp75 ribu.

“Bahkan ada yang nantang, kalau si A ngasih Rp100 ribu, dia berani ngasih Rp200 ribu, kalau si A ngasih Rp200 ribu, dia berani ngasih Rp400 ribu,” jelas Hk, Selasa (16/40).

Hk mengaku, dirinya tidak pernah tergiur dengan uang, ia memilih pemimpin berdasarkan keberpihakannya kepada masyarakat, kecakapannya dalam pemerintah yaitu sosok organisatoris. Ia beranggapan, sosok organisatoris lebih bisa diharapkan daripada calon pemimpin yang tidak pernah aktif di organisasi. (mad/rei)

Komentar

News Feed