oleh

Bawaslu Siagakan Tim Awasi Sortir Lipat SS

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan, mulai melakukan proses sortir dan pelipatan surat suara (SS) Pemilu 2019. Dalam proses sortir dan pelipatan SS yang dipusatkan di gudang logistik Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih itu, KPU melibatkan 150 pekerja yang berasal dari wilayah setempat.

Para pekerja lokal itu dituntut untuk ekstra hati-hati dalam melakukan sortir lipat SS. Sebab, jika ditemukan ada kerusakan SS akibat faktor kesengajaan yang dilakukan para pekerja, maka mereka bersiap untuk menghadapi ancaman pidana berupa kurungan penjara.

Ketua KPU Pamekasan, Moh. Hamzah mengatakan, ancaman pidana terhadap kesengajaan perusakan surat suara itu, sudah diatur dalam Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017. Sehingga pihaknya, menuntut agar para pekerja ekstra hati-hati dalam melakukan sortir lipat.

Dikatakan Hamzah, secara aturan, ancaman pidana hanya berlaku terhadap upaya perusakan SS secara sengaja di TPS. Namun demikian, peringatan terhadap pekerja sortir lipat itu perlu dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Peringatan ini hanya agar para pekerja ekstra hati-hati dalam bekerja,” katanya, Selasa (26/2).

Lebih lanjut Hamzah mengatakan, dalam kegiatan sortir lipat SS pada Pemilu 2019, pihaknya sengaja menggunakan tenaga kerja lokal Pamekasan. Hal itu bertujuan, agar masyarakat bisa terlibat langsung untuk mempersiapkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Dengan banyaknya pekerja yang direkrut, Hamzah menarget kegiatan sortir lipat bisa selesai maksimal dalam waktu sepuluh hari ke depan, dengan waktu kerja sejak pukul 08.00 hingga 16.00. Target itu dianggap realistis, mengingat, lipat sortir dilakukan secara berkelompok sesuai dengan jumlah surat suara.

“Jadi ada kelompok yang menyortir dan melipat SS Pilpres, ada kelompok yang kebagian DPR dan seterusnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, pengawasan terhadap kegiatan sortir lipat menjadi atensi pengawasan jelang pencoblosan. Bahkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihaknya menugaskan lima orang pengawas yang disiagakan di gudang logistik selama proses sortir dan pelipatan surat suara dikerjakan.

“Selain melakukan pengawasan, kami sudah mewanti-wanti pekerja untuk professional dan tidak condong pada peserta pemilu manapun,” pungkasnya. (pin/pai)

Komentar

News Feed