Bawaslu: Sumber Dana Kampanye Buram, 55 Caleg Belum Setor NPWP

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Kepatuhan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Bangkalan masih minim. Hal itu terungkap pada penyetoran hasil laporan awal dana kampanye (LADK).

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu Bangkalan, dari 15 parpol yang memiliki calon legislatif, sudah menyetor LADK ke KPU Bangkalan, namun hal itu masih sebatas formalitas.

Dalam pengawasan yang dilakukan Bawaslu Bangkalan, masih ditemukan  LADK Parpol dan caleg di Bangkalan yang tidak sesuai dengan aturan. Beberapa temuan ditindaklanjuti Bawaslu Bangkalan dengan mengingatkan KPU dan parpol terkait.

“Ternyata hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Parpol hanya setor LADK sebelum batas akhir, namun isinya ternyata banyak yang tidak lengkap,” kata anggota Bawaslu Bangkalan Divisi Hukum Muhlis.

Sorotan paling mendasar, menurut Muhlis, adalah rekening dana kampanye. Di mana dalam aturan rekening dana kampanye yang disetor tidak boleh rangkap dengan rekening parpol.

“Ada 3 parpol di Bangkalan yang masih pakai rekening lama, yakni Gerindra, Golkar dan Berkarya. Rekomendasi kita harus segera diganti, atau keikutsertaannya dicoret di Bangkalan,” ungkapnya.

Temuan lain yang cukup banyak menurut aktivis HMI tersebut yakni caleg dari partai yang belum setor NPWP. Jumlahnya 55 caleg yang belum melengkapi persyaratan. “Kami juga heran, caleg incumbent kok masih ada yg belum setor NPWP. Beberapa partai besar, calegnya juga belum melengkapi.” ulas Muhlis.

Indikasi parpol juga ala kadarnya menggarap LADK, kata Muhlis, hal itu dapat dilihat dari besaran saldo awal. Terbesar adalah PDIP sebesar Rp5 juta dan terkecil Rp100 ribu yakni Berkarya, Nasdem, PSI dan PAN.

“Yang lain variatif besarannya, padahal setoran awal dana kampanye harus jelas sumbangan dari pribadi atau dari kelompok,” keluhnya.

Terakhir, Muhlis juga mengingatkan KPU Bangkalan terkait LADK PKPI Bangkalan. Meskipun tidak memiliki caleg untuk DPRD Bangkalan, PKPI Bangkakan menurut Bawaslu juga harus setor LADK.
“Harusnya tetap setor LADK, wajib itu, jadi kami ingatkan agar hal ini menjadi perhatian semua,” pungkasnya. (mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *