oleh

Bayi Usia 11 Hari Meninggal Usai Disuntik Vaksin BCG

Kabarmadura.id/Sampang-Nur Aqifah, seorang bayi yang berusia 11 hari, meninggalnya tersebut usai diimunisasi vaksin bacillus calmette guerin (BCG) pada Selasa sekitar pukul 11.00 di Polindes Sawah Tengah, Sampang. Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang langsung memastikan, kematian bayi itu tidak ada kaitannya dengan vaksin BCG.

Bayi asal Dusun Klobur, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sampang itu, merupakan putri dari pasangan Zainal Arifin (31) dan Novita Sari (21). Dia menghembuskan nafas terakhir empat jam setelah disuntik vaksin. Pasca menjalani imunisasi, Nur Aqifah mengalami demam tinggi dan sempat kejang.

Sedangkan Zainal Arifin selaku orang tua korban mengungkapkan, sebelum diimunisasi BCG di polindes, putri pertamanya tersebut dalam keadaan sehat. Tetapi sekitar pukul 16.00 WIB, anaknya dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke polindes, tempat ia diimunisasi untuk mendapatkan pertolongan medis itu.

“Anak saya itu awalnya tidak sakit dan kondisinya sehat bugar sebelum divaksin, tapi setelah disuntik, kondisinya berubah panas, menangis terus dan  kejang-kenjang, serta kelainan fisik, yakni bintik-bintik merah dan coklat di bawah matanya, akhirnya dibawa lagi ke polindes yang bidannya itu ibu Maya,” ucapnya, Kamis (13/2/2020).

Selain itu Hosiyeh (37), nenek dari korban mengaku kehilangan cucu pertamanya itu tidak disangka, lantaran sebelum dibawa ke polindes masih dalam kondii baik-baik saja. Bahkan saat dia saat membawa cucunya tersebut ke polindes, sempat disalahkan oleh bidan desa, karena dianggap terlambat.

“Kata bidan kenapa kok terlambat, padahal selang waktu 3,5 jam atau sekitar 4 jam pasca imunisasi, saya ngomong kalau tadi masih tidur siang cuma sebentar, tapi waktu tidur itu agaknya terganggu karena selalu kaget-kaget,” imbuhnya

Sementara saat dikonfirmasi ke Mariyatul Kiptiyah yang disebut sebagai bidan Maya tersebut, enggan memberikan keterangan mengenai penyebab kematian bayi tersebut. Dia mempersilakan untuk mengkonfirmasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

“Mohon maaf, jadi silakan konfirmasi langsung ke Dinkes Sampang,” singkat Maya.

Sedangkan Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada hubungannya antara kematian bayi tersebut dengan vaksin.

“Sampai saat ini berdasarkan teori dan penelitian tidak pernah ada imunisasi menyebabkan kematian, kemungkinannya kematian bayi karena tersendak dan sebagainya, karena bayi itu berusia 15 hari kan,” ungkapnya.

Agus juga tak ingin dikaitkan kondisi bayi mengalami penurunan usai imunisasi, karena itu bukan panas, tapi menangis. Dirinya juga mengaku sudah memeriksa dan mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Anak itu nangis terus, bukan panas, mungkin sama keluarga dikasih apa, lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke kepala Puskesmas Robatal. Tapi hasil pengamatan Dinkes tidak ditemukan ini kesalahan bidan desa, dan semua sudah damai kok, rencananya mau diotopsi tapi pihak keluarga sudah damai,” tutupnya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed