Baznas Bangkalan Akan Salurkan Rp250 Ribu per Orang

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Permintaan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk membayarkan zakatnya, membuat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bangkalan mulai melakukan pengumpulan zakat tersebut.

Namun, untuk pengumpulan zakatnya, Ketua Baznas Bangkalan KH. Nuruddin mengimbau agar masyarakat mengeluarkan zakat berupa uang. Dia berencana menargetkan  penyalurannya kepada sekitar 2.000 penerima.

Bacaan Lainnya

Menurut KH. Nuruddin, setiap orang akan mendapatkan uang senilai Rp250 ribu dari zakat tersebut. Alasannya mengimbau, agar penyalur melakukan zakat berupa uang. Sebab, saat ini sudah banyak yang memberikan sembako.

“Sehingga, kalau berupa uang kami bisa memberikannya secara tunai. Karena penerima akan kami khususkan kepada warga yang terdampak virus corona dan sifatnya bukan zakat fitrah, tetapi lebih ke shodaqoh,” katanya, Senin (27/4/2020).

Rencana penyalurannya akan dimulai pada 4 Mei mendatang. Katanya, pendistribusian kali ini akan berbeda dengan pendistribusian tahun sebelumnya. Baznas akan menyerahkan hasil zakat tersebut perwakilan dari Unit Perwakilan Zakat (UPZ). Sehingga dia meyakini, yang akan menerima bantuan zakat tersebut tidak akan salah sasaran.

“Kami targetnya yang akan diberikan yakni 700 anak yatim piatu, kaum fakir miskin atau dhuafa itu juga 700 dan 500 guru ngaji,” terangnya.

Lebih lanjut, kata KH. Nurrudin, pembagian atau distribusi zakat ini sendiri nantinya tidak akan mengundang calon menerima. Karena, keadaan yang tidak memungkinkan dengan adanya wabah Covid-19. Yakni tidak boleh membuat kerumunan lebih dari 20 orang dan harus menerapkan physhical distancing.

Rencananya, dia akan menitipkan pada UPZ dan mengundang perwakilan penanggungjawab dari masing-masing penerima.

“Kami akan mengundang perwakilan dari masing-masing kelompok penerima zakat dan menitipkannya pada UPZ di seluruh kecamatan yang ada di Bangkalan. Sebab, penerima akan kami sebar di 18 kecamatan,” paparnya.

Di tempat terpisah, Ketua MUI Bangkalan, KH. Syarifuddin Damanhuri menyampaikan bahwa yang dimaksud dikeluarkannya zakat sebelum hari raya ini adalah zakat mall. Sehingga jika sampai pada waktunya, maka bisa dikeluarkan bagi yang mampu.

Sedangkan untuk zakat fitrah, kata Kiai Syarif, pelaksanaannya dalam bulan Ramadan, yakni mulai tanggal satu sampai sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Bahkan ia menilai, penggunaan zakat kepada delapan golongan. Masyarakat yang terdampak Covid-19 sangat bisa, karena mereka bisa jadi miskin bahkan fakir.

“Kalau zakat fitrah itu aslinya, waktunya pada hari raya sebelum salat Idul Fitri, dan bisa dikeluarkan jauh sebelumnya, mulai dari tanggal satu bulan Ramadan. Cuma jadi tanggungan bagi penerima, jadi andai pemberi mati sebelum hari raya, maka harus diganti jika ahli warisnya minta ganti,” tandasnya. (ina/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *