BDT Rentan Digarap Serampangan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Program basis data terpadu (BDT) yang diprakarsai Dinas Sosial Kabupaten Sampang patut diperhatikan publik, sebab program dengan anggaran Rp1,6 miliar itu, hingga saat ini belum dilaksanakan. Padahal sejatinya, BDT akan digunakan sebagai data pedoman Dinsos dan Dinkes Sampang untuk pendataan warga miskin se-Kabupaten Sampang.

Merujuk pada jadwal yang ditentukan, semestinya Dinsos sudah harus memulai program BDT pada bulan Juli  lalu. Lagi-lagi fakta menunjukkan bahwa program BDT belum berjalan di lapangan.

”Kami sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk verifikasi, hanya saja pihak ketiga belum siap, namun kami targetkan akhir bulan ini (Juli, red), verifikasi BDT sudah terlaksana,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Sosial Dinsos Sampang Syamsul Hidayat, 15 Juli lalu.

Guna memastikan kevalidan realisasi program BDT, Kabar Madura kemudian mengkonfirmasi Kepala Dinsos Sampang, Moh Amiruddin. Menurut Amiruddin, keharusan yang mesti dipenuhi pada proses di lapangan oleh tim verifikator, adalah harus mendatangi rumah penduduk dengan sistem tatap muka (face to face).

“Sistem verifikasinya harus dilakukan secara langsung,” kata Amiruddin di balik sambungan telepon pribadinya, Minggu (16/9).

Menurut Amiruddin, untuk merealisasikan program BDT, Dinsos telah menggandeng tim verifikator yang nantinya akan bertugas di lapangan. Tim verifikator yang dipilih pun bukan tim sebarangan, yakni LPPM Universitas Trunojoyo Madura.

Kerja sama Dinsos Sampang dengan LPPM Universitas Trunojoyo Madura bahkan sudah ditentukan secara sah melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak.

Ditanya soal target warga miskin yang akan di verifikasi, Amiruddin menyatakan ada sekitar 158 ribu penduduk miskin yang akan diverifikasi. Data itu menurutnya sebagaimana dikeluarkan oleh pihak Kementrian Sosial.

Sesuatu yang Sulit Dipenuhi

Secara matematis, program BDT akan sulit terlaksana dalam waktu yang singkat, sebab jika merujuk pada pernyataan Kepala Dinsos Sampang Moh Amiruddin, data warga miskin di Sampang yang akan diverifikasi sekitar 158 ribu orang.

Itu artinya, kalaupun tim LPPM Universitas Trunojoyo Madura menggunakan tenaga 100 orang untuk melakukan verifikasi. Maka pembagianya, setiap satu (1) orang petugas survei akan menangani sekitar 1.500 orang warga miskin, padahal program dimaksud harus tuntas pada akhir bulan November mendatang.

“Waktunya masih lama, karena batas programnya pada akhir bulan November mendatang,” kata Amiruddin dengan maksud meyakinkan.

Untuk menguji akurasi pernyataan kepala Dinsos Sampang yang sebelumnya begitu yakin menyebut proses verfikasi bisa tuntas pada bulan November mendatang, Kabar Madura kemudian meminta pendapat ahli peneliti dari kampus STAI NATA Sampang, Moh Wardi. Menurut Wardi, petugas verifikator rasanya akan sangat sulit menyelasaikan proses verifikasi dengan sasaran 158 ribu orang hanya dalam waktu dua bulan. Bahkan kalaupun verifikasi terhadap 185 ribu orang itu bisa dilakukan, pihaknya khawatir datanya tidak akurat.

“ Jadi kalau menggunakan rasio 1 verifikator :1.500 sasaran. Rasanya akan sulit datanya untuk akurat,” terang Dosen Sosial Budaya itu.

Menurut pria yang dikenal concern melakukan penilitian itu, melakukan verifikasi untuk kepentingan akurasi data bukanlah perkara mudah, apalagi dengan waktu yang cukup singkat, sebab menurutnya, maksimal satu orang petugas verifikator hanya akan mampu menyelesaikan 10-20 sasaran jika dilakukan dengan seksama.

“Kalau kepentinganya untuk akurasi data, rasanya kami tidak yakin akan tuntas dalam waktu singkat. Apalagi SDM yang akan digunakan bukan orang-orang yang mengetahui medan di lapangan, sebab untuk menuntaskan data 158 ribu orang itu butuh waktu yang panjang,” kata Wardi.

Di kemudian memberi saran kepada pihak Dinsos Sampang, agar ke depan proses verifikasi benar-benar dilakukan oleh petugas yang kompeten dan memahami medan dilapangan. Tujuanya, agar tingkat aurasi data yang didapat tidak diragukan oleh publik. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *