oleh

Bekas Galian C Makan Korban, Satu Bocah Tewas Tenggelam

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Kejadian nahas menimpa Rozak,bocah asal Desa Pendabah Atas, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Bocah yang masih berusia sekitar 10 tahun tersebut merengang nyawa saat ditemukan di kolam bekas galian pada Rabu malam (17/2/2021).

Berdasarkan keterangan warga setempat,Moh Rusdi, korban bersama kedua temannya pamit bermain kepada orang tua sekitar pukul 09.00 siang. Tidak jelas pamit bermain kemana, tetapi Rozak diketahui berangkat dijemput oleh dua orang temannya.

“Temannya banyak, tapi yang menjemputnya bermain hanya dua orang,” katanya.

Sedangkan pada hari itu hujan lebat turun ditengah hari, sehingga anak-anak tersebut diduga bermain dan berenang di beberapa bekas galian di dekat desa. Tetapi hingga sore, Rozak beserta teman-temannya belum ada kabar.

“Sekitat pukul Empat sore, memang belum ada anak yang pulang, jadi orangtuanya sempat bertanya-tanya,” paparnya.

Setelah beberapa waktu, teman-teman korban sudah sampai dirumah, tapi korban tidak terlihat muncul. Setelah ditanyakan, hampir semua temannya tidak ada yang mau memberitahukan apa yang terjadi. Sebab, mereka takut akan dimarahi dan disalahkan.

“Selepas Maghrib, akhirnya ada temannya yang memberi tahu bahwa Rozak berenang, lalu tidak muncul lagi,” cerita Rusdi.

Mendengar itu, warga lekas bergegas mencari Rozak sejak pukul 18.30. Setelah sampai di kolam bekas galian yang sedalam 4 meter lebih itu, pencarian tak kunjung membuahkan hasil. Sebab, kondisi air yang keruh, dan masih banyak bebatuan, membuat jasad korban sulit terlihat. Sehingga membutuhkan waktu hampir 4 jam pencarian.

“Jasad korban ditemukan sekitar pukul 21.15, sudah dalam keadaan kaku, dan tersangkut dibatu,” jelas Rusdi.

Kepala Desa Pendabah Atas Syaiful Dullah membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban langsung dibawa ke rumah duka usai ditemukan. Sebab, korban sudah meninggal. Sehingga tidak diperiksa ke rumah sakit atau puskesmas.

“Langsung dibawa pulang dan dimakamkan di belakang rumahnya,” terangnya.

Dirinya menyayangkan adanya insiden tersebut. Sebab, sebelumnya sudah sering mengingatkan warga untuk melarang anaknya bermain di kolam bekas galian tersebut. Tetapi kebetulan saat itu orangtuanya sedang sakit.

“Saya juga menyayangkan, karena tempat itu sebelumnya juga dikenal sebagai tempat keramat,” pungkasnya. (km59/waw)

Komentar

News Feed