oleh

Belajar Berdamai dengan Masa Lalu

Peresensi         : Reni Asih Widiyastuti

Alumni SMK Muhammadiyah 1

Semarang

Masa lalu bagi sebagian rang akan sangat sulit dilupakan. Apalagi jika hal-hal buruk yang menimpa mereka. Mereka akan terus merasa dihantui dan tak mampu membuang kejadian itu dalam ingatan. Akibatnya, rasa benci dan amarah semakin terpupuk di dalam hati. Dan mereka tak sanggup memaafkan atau berdamai dengan masa lalu mereka sendiri.

Buku ini mengajarkan kita untuk belajar berdamai dengan masa lalu, melalui tokoh Shien Er. Seorang wanita yang tergabung dalam sebuah dinasti organisasi sebagai pembunuh berdarah dingin. Awalnya dia melakukan penyamaran agar misi kepala dinati berhasil. Dia nekat menjalin hubungan dengan salah seorang inspektur detektif senior kepolisian Hongkong bernama Lin Ce Li. Hubungan tersebut berjalan mulus walau akhirnya Lin Ce Li tahu jika Shien Er telah berbohong dan membuat Shien Er mau tidak mau harus menyerahkan diri sebagai seorang tahanan.

Selama di penjara, sungguh di luar dugaan. Ternyata Shien Er mengandung seorang anak, hasil hubungannya dengan Lin Ce Li. Shien Er berusaha menghubungi Lin Ce Li lewat surat-suratnya. Tapi tak satu pun surat itu dibaca oleh Lin Ce Li. Sampai akhirnya tiba masa persalinan. Shien Er harus menerima takdir bahwa dia melahirkan bayi prematur yang kemudian ia beri nama An Qi.

Sayangnya, An Qi tidak bertahan lama hidup di dunia, hanya beberapa jam saja. Berita ini pun tak pernah sampai di telinga Lin Ce Li. Sebab Shien Er sengaja melakukannya. Ia tidak ingin Lin Ce Li terluka karena harus kehilangan An Qi-nya lagi.

“Aku sudah berjanji untuk itu bukan? Aku bermaksud mengembalikan An Qi padamu, tapi aku malah membuatmu kehilangan lagi. Mungkin memang kita tidak ditakdirkan untuk memiliki malaikat, Ce Li.” (Hal. 135)

Setelah An Qi meninggal, Shien Er menjalani hari-harinya di rumah sakit jiwa lantaran depresi berat. Beruntunglah, seorang kawan lama dari mendiang kedua orang tuanya memiliki tujuan baik. Kepala Inspektur Li Kang Jian, mengajak Shien Er bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menghancurkan dinasti. Jika Shien Er menyetujuinya, maka ia akan dibebaskan bersyarat. Shien Er pun segera pulih dari traumanya setelah melakukan serangkaian terapi bersama psikiater. Dan kemudian mantap bergabung dengan pihak kepolisian.

Berbagai tahap dan strategi mulai dilakukan. Orang-orang dinasti saling membunuh satu sama lain demi tahta tertinggi. Shien Er dan Lin Ce Li akhirnya bisa bekerjasama kembali setelah puing-puing cerita mulai terkumpul. Tentang kematian An Qi, tentang perasaan mereka yang tak pernah berubah. Walau Lin Ce Li sempat menjalin hubungan dengan salah seorang anggota kepolisian bernama Rui En. Hal itu dilakukannya supaya ia bisa cepat melupakan masa lalunya bersama Shien Er. (Hal. 150) Tapi ternyata takdir berkata lain dan mereka bisa bertemu kembali untuk saling berdamai.

Pada akhirnya dinasti hancur dan Shien Er mengorbankan dirinya. Sempat koma selama dua tahun tak membuatnya menyerah begitu saja. Didampingi Lin Ce Li, ia bisa sadar dan hidup normal seperti sedia kala. Mereka pun akhirnya menikah dan memiliki dua orang anak. (Hal. 350)

Membaca buku ini hingga halaman terakhir sungguh menguras emosi. Bahkan sampai bercucuran air mata. Penulis sangat lincah memaparkan cerita melalui dialog dan adegan para tokoh secara rinci. Sehingga pembaca terhanyut dan seolah-olah menjadi tokoh di dalam cerita. Selain itu, pembaca juga bisa memetik pelajaran, bagaimana menata hati dan mau berkawan dengan masa lalu. Meskipun masa lalu itu sangatlah buruk.

Semarang, 05 Desember 2019

Judul               : Dark Princess II

Penulis             : Olivya Huang

Penerbit           : Stiletto Indie Book

Cetakan           : 1, Oktober 2019

Tebal               : 352 halaman

ISBN               : 978-602-6648-95-2

 

Reni Asih Widiyastuti ialah penulis asal Semarang, Alumnus SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Salah satu bukunya telah terbit, yaitu Pagi untuk Sam. Penulis bisa dihubungi melalui email; reniasih17@gmail.com

Komentar

News Feed