oleh

Belajar Cinta Budaya dari Zaini, Karang Buku dengan Bahasa Madura

KABARMADURA.ID, Sumenep –Zaini merupakan sosok haus ilmu dari sejak kecil. Bahkan, terus fokus belajar menulis. Alhasil dia mampu mengarang buku yang sudah dinikmati seluruh pelajar di Madura hingga Jawa Timur (Jatim).

Zaini terinspirasi dari dosennya pada waktu duduk di bangku kuliah. Dirinya diajarkan tentang rasio keberhasilan. Menurutnya, semakin banyak disenangi orang, maka semakin besar saingannya, begitupun sebaliknya semakin sedikit disenangi orang maka daya saing semakin kecil.

“Kami terus berusaha belajar dan belajar. Bahkan, menjadi orang pertama mencintai ilmu bahasa Madura pada waktu di bangku kuliahnya,” katanya, Kamis (22/10/2020)

Menulis merupakan rutinitas yang dilakukan di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Dia kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumenep,  saat ini menjadi pengarang buku bahasa Madura yang dinikmati banyak kalangan termasuk pelajar.

Di luar bangku kuliah dia juga terus konsultasi mengenai Bahasa Madura terhadap dosennya, tugasnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Atas kesungguhannya, dirinya juga dipercaya dosennya untuk mengajar di SMP Katolik Sumenep pada tahun 2005.

Pada tahun 2007 dirinya mahir mengajar Bahasa Madura. Bahkan dipercaya, mewakili tim nabara untuk mencetak buku melakukan pencatatan. Sehingga disitulah menjadi motivasi pengarang buku Bahasa Madura.

“Saya terus menulis hingga menjadikan buku Bahasa Madura untuk diterbitkan dan akhirnya dipercaya Pemprov Jatim dan bukunya dapat diakui dengan dibuatkan perda,” paparnya.

Perda yang dimaksud mendapatkan SK Gubernur Nomor 19 tahun 2014, mewajibkan Bahasa Madura untuk menjadi bahan pelajaran penting di sekolah. “Alhamdulillah karangan buku Bahasa Madura dapat diakui Gubernur,” ujarnya.

Pria kelahiran 17 September 1983 ini juga sebagai pengembang kurikulum sekaligus pengarang buku. Dia menyelesaikan strata I (S1) di STKIP Sumenep. Kemudian melanjutkan pendidikan terakhirnya  di Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang dengan menyandang S3.

Dijelaskan, menulis buku butuh proses, tidak instan langsung jadi. Bagi Zaini , yang menjadi perhatian adalah mempersiapkan referensi untuk dijadikan acuan sesuai dengan kaidah kepenulisan.

“Nama bukunya yakni, Sekar Anom jenjang SMP dan Sekar Asre untuk jenjang pendidikan SD,” pungkasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed