oleh

Belajar Sejarah Indonesia Lewat Kisah Misteri

Peresensi         : Ratnani Latifah. Penulis dan penikmat buku asal Jepara

Membacakan novel bagi anak merupakan salah satu cara mudah dalam merangsang minat baca anak, juga menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Tidak hanya itu melalui novel,  anak pun bisa belajar berbagai sejarah Indonesia. Seri Misteri Favorit yang diterbitkan penerbit Kiddo seringkali menghadirkan kisah-kisah misteri yang menarik yang dilengkapi dengan berbagai pengetahuan sejarah.

Hal ini jelas sangat membantu anak dalam belajar sehingga tidak membosankan. Salah satu seri terbaru dari Penerbit Kiddo adalah “Misteri Harta Berdarah” karya Yovita Siswati. Pada awalnya Bagas sedang menemani dua sepupunya, Galuh dan Mas Damar—yang berasal dari Yogyakarta—untuk  menikmati liburan di Jakarta. Bagas mengajak mereka melakukan perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan kereta rel listrik selama dua jam dari Stasiun Rangkasbitung.

Namun perjalanan liburan mereka berubah menjadi  perjalanan yang penuh misteri dan intrik ketika mendengar suara permintaa tolong dari seorang kakek. Apalagi kakek itu terlihat begitu kepayahan setelah dirampok. Galuh sungguh tidak tega meninggalkan sang kakek—yang meminta dipanggil Mbah Midi—menunggu temannya datang menjemput. Konon Mbah Midi datang ke Jakarta untuk sebuah misi—yaitu misi pesan rahasia berdarah (hal 12).

Sayangnya orang yang ditunggu Mbah Midi tidak juga muncul. Hingga akhirnya Galuh, Mas Damar dan Bagas secara tidak langsung telah terlibat dalam perjalanan Mbak Midi dalam melakukan misinya. Karena ketika mereka menolong berkali-kali ada kejadian-kejadian aneh yang membuat mereka harus selalu waspada. Pertama ada orang yang berusaha menggagalkan Galuh saat menolong Mbak Midi.

Selain itu, mereka juga sempat diberi obat tidur dan terdampar di daerah terpencil. Dan itu ternyata adalah awal dari petualangan mereka. Karena setelahnya masih banyak lagi kejadian menegangkan dan bahkan membahayakan mengiri perjalanan mereka. Apalagi setelah mereka mantap untuk membantu Mbah Midi menyelesaikan misi.

Membaca novel ini secara tidak langsung anak diajak belajar untuk menjadi anak yang peduli kepada sesama, tidak sungkan menolong orang lain, serta berani dalam menghadapi kejahatan.  Tidak hanya itu di sini anak juga belajar untuk berpikir kritis dan sigap dalam memecahkan masalah.

Sambil menikmati cerita, anak akan diajak melihat sejarah tentang sejarah kota Rangkasbitung yang ternyata dulu adalah kota industri penghasil tebu dan karet di masa penjajahan Belanda. Selain itu ada pula sejarah  berdirinya Stasiun Rangkasbitung—di mana stasiun ini telah diresmikan tahun 1900 oleh pemerintah Belanda. Stasiun ini menghubungkan kota Rangkasbitung dengan kota-kota lain, seperti Serpong, Jakarta. Stasiun ini adalah salah satu benda cagar budaya di Provinsi Banten (hal 4).

Kemudian tidak kalah menarik dari novel ini pula kita akan melihat sejarah kekejaman penjejah Jepang yang telah melakukan kerja paksa romusa. Di mana akibat romusa ini banyak rakyat yang menderita, kelaparan, penyakit dan perlakuan tidak manusiawi telag menyebabkan kurang lebih 90 ribu romusa tewas dalam proses pembangunan jalur kereta Saketi – Bayah (hal 36).

Masih banyak lagi pengetahuan sejarah yang ditawarkan penulis dalam novel ini, di antaranya adalah sejarah Tugu Romusa,  lalu Geger Cikande Udik—yaitu pemberontakan yang dilakukan petani yang tertindas akibat sistem tanam paksa, pun dengan sistem tanam paksa itu sendiri.  Lalu ada pula penjelasan tentang kiprah Douwes Dekker dan adanya  Museum Multatuli dan banyak lagi.

Secara keseluruhan novel ini sangat menarik. Tidak ketinggalan bahkan ada pelajaran bahasa Indonesia tentang pantun yang menarik untuk kita simak. Jadi membaca buku ini selain mendapat hiburan, pengetahuan kita akan bertambah banyak. Maka tidak salah jika buku ini sempat menjadi salah satu nominasi dalam Anugerah Fiksi Kriminal Indonesia yang diadakan Scarlet Pen Awards 2020.

Srobyong, 7 Maret 2020

Judul               : Misteri Harta Berdarah

Penulis             : Yovita Siswati

Penerbit           : Kiddo

Cetakan           : Pertama, September 2019

Tebal               : 175 halaman

ISBN               : 978-602-481-238-6

 

 Biodata Narasi

Cerpen dan resensinya pernah dimuat diberbagai media. Buku terbarunya, Terapi Hati; Agar Hati Sehat Tak Mudah Berkarat (Quanta, 2019), Ayo Belajar Mandiri (Elex Kidz, 2019), Be Quran Lovers (Genta Hidayah, 2019) dan Hijrah Asyik Muslim Mulenial (Quanta, 2019). Alumni Unisnu Jepara. Bisa dihubungi di akun FB Ratna Hana Matsura. Atau blog https://ratnanilatifah.blogspot.com.

 

 

 

Komentar

News Feed