Belajar Struktur Tulisan Bersama Janet Steele

  • Whatsapp
SERIUS: Janet Steele saat memaparkan pengetahuannya dalam kursus Jurnalisme Sastrawi di Jakarta.

Kabarmadura.id/JAKARTA-Janet Steele merupakan profesor jurnalisme School of Media and Public Affairs, George Washington University, Washington DC. Dalam pekan kedua (22-26 Juli) kursus Jurnalisme Sastrawi, ia menjadi pemateri untuk menyampaikan berbagai bentuk penyajian hasil reportase.

“Bagi saya yang terpenting adalah struktur,” jelasnya, Senin (22/7).

Dalam hal ini, Janet menyampaikan struktur narasi, jurnalisme naratif, ia kurang setuju dengan istilah jurnalisme sastrawi, karena menurutnya istilah itu masih kurang spesifik, jurnalisme harus fakta, sedangkan sastra bersifat fiksi.

Pertama, Janet mempertanyakan mengapa dalam struktur berita selalu menggunakan piramida terbalik, semakin ke bawah semakin tidak penting. Setidaknya ia memberikan dua alasan, ada kecenderungan pembaca tidak membaca semuanya dan alasam editorial, bisa dipotong jika ruang tidak mencukupi.

Akan tetapi, dalam struktur narasi, ia memperkenalkan struktur yang berbeda dari biasanya. Gambarannya seperti setengah lingkaran yang dibagi menjadi tiga bagian ke samping.  Bagian pertama adalah perkenalan, lalu konflik, dan yang terakhir adalah resolusi.

Berdasarkan tulisan Anthony Shadid yang berjudul A Boy Who Was ‘Like a Flower’: ‘The Sky Exploded’ and Arkan Daif, 14, Was Dead yang dimuat di The Washintong Post tanggal 31 Maret 2003.

Ia menjelaskan, Syadid pada bagian pertama menggambarkan tokoh-tokoh dalam berita itu, lalu berbagai hal yang beradi di Irak seperti kebudayaan mereka dan konflik-konflik yang berkembang saat itu seperti perang dengan Amerika Serikat, baru kemudian ditutup dengan resolusi.

“Jurnalisme naratif bisa digunakan untuk semua tulisan. Tetapi di Indonesia jarang digunakan karena perlu lebih banyak reportase, butuh lebih banyak waktu,” tandasnya. (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *