Belasan Napi Pelecehan Seksual di Rutan Sampang Diajukan Remisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENUNGGU: Ratusan narapidana diajukan remisi termasuk sejumlah pelaku pelecehan anak di bawah umur.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sebagai kabupaten yang mendapatkan predikat kabupaten layak anak, Sampang masih menjadi sorotan sejumlah pihak. Sebab, di Kota Bahari masih terdapat sejumlah kasus asusila. Bahkan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-76, belasan narapidana kasus kekerasan seksual pada anak justru diajukan memperoleh remisi.

Dari 174 napi yang diajukan mendapatkan remisi di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sampang, beberapa di antaranya merupakan pelaku pelecehan seksual, terutama kasus asusila anak di bawah umur.

Komite Anak Sampang Untung Rifa’ie mengungkapkan kekecewaannya soal pengajuan remisi itu. Menurutnya, semestinya tidak ada toleransi bagi napi pelecehan seksual anak di bawah umur. Sebab menyebabkan trauma yang luar biasa kepada para korban.

“Saya tidak terlalu mengkaji dari aspek aturan hukum. Tapi dampak sosial kepada korban akibat perlakuan para napi pelecehan seksual luar biasa. Seumur hidup mereka bisa trauma, ” ucap pria dengan sapaan Kak Untung itu.

Kak Untung berharap ada evaluasi dari pemerintah dan semua pihak yang membuat aturan. Untuk pelaku pelecehan seksual terhadap anak harus dihukum berat. Selain itu tidak boleh mendapatkan remisi. Semoga mereka berpikir jika kasus itu menimpa keluarga sendiri.

“Di Sampang banyak sekali kasus pelecehan seksual terhadap anak. Bahkan satu napi korbannya tidak hanya satu orang. Jika ada yang korbannya satu orang, namun tindakannya berkali-kali terhadap korban yang sama, ” ucapnya.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan kelas II B Sampang Syaiful Rahman membenarkan bahwa pengajuan remisi yang dilakukan terdapat napi pelaku pelecehan seksual. Namun dia menolak menyebut jumlah total napi asusila yang dimaksud.

“Kalau sepuluh orang lebih. Tapi tidak lebih dari 20 orang.  Saya lupa data pastinya. Yang jelas mereka memenuhi persyaratan,” katanya.

Syaiful mengaku belum bisa melihat secara detail data pengajuan remisi. Tapi menurutnya, secara keseluruhan, total napi pidana umum sebanyak 153 orang. Sementara sisanya adalah napi pidana khusus atau tindak pidana korupsi (tipikor).

Disinggung soal persyaratan pengajuan untuk remisi pelaku pelecehan seksual, pihaknya mengaku tidak jauh beda dengan persyaratan pidana umum lainnya. Yakin menjalani hukuman lebih dari enam bulan. Berkelakuan baik selama di dalam rutan. Selain itu pernah menjalin kerja sama dengan penegak hukum, khususnya soal tindak lanjut penanganan kasus yang dijalani.

Dia menegaskan, pihaknya hanya mengajukan para napi yang memenuhi persyaratan. Belum tentu semua pengajuan disetujui. Termasuk jumlah pengurangan tahanan adalah hak KemenkumHAM. Sehingga pihaknya tidak bisa memastikan siapa saja yang mendapatkan remisi dan ditolak. (man/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *