Belasan PMI Asal Sampang Jalani Hukuman di Malaysia

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) BERMASALAH: Belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sampang harus dilakukan penjemputan, lantaran terjaring operasi polisi Malaysia.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sampang ditangkap lantaran tidak memiliki dokumen resmi di Malaysia. Saat ini, mereka harus dijemput ke Surabaya  untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Sampang Agus Sumarso, Minggu (7/11/2021).

Sebelum dilakukan penjemputan, 12 PMI sudah menjalani masa karantina selama 8 hari di Jakarta. Bahkan sudah menjalani hukuman, lantaran jalur pemberangkatan yang ditempuh tidak resmi alias ilegal. “Setelah masa hukumannya habis, maka belasan PMI ini dipulangkan ke Indonesia dan dijemput di Surabaya untuk dipulangkan ke kampung halaman,” ujarnya.

Menurutnya, dari belasan PMI satu orang diketahui mengalami depresi akibat menjalani hukuman di Negeri Jiran. Sedangkan belasan PMI yang dipulangkan tersebut, berasal dari lima kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Banyuates, Sokobanah, Jrengik, Robatal, dan Ketapang. Untuk proses pemulangannya dilakukan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pusat hingga provinsi.

Kemudian dijemput oleh daerah. Sebab, jika pemulangan PMI dari Malaysia dibebankan terhadap daerah jelas tidak memungkinkan, lantaran keterbatasan anggaran. “Masa hukuman yang dijalani belasan PMI bermasalah ini bervariatif, ada yang hanya lima bulan, dua tahun bahkan ada yang sampai 3 tahun,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, untuk menghindari kejadian serupa PMI harus menempuh jalur resmi. Sehingga mendapatkan perlindungan hukum. Bahkan, apabila mengalami masalah di tempat bekerja pemerintah akan hadir untuk membantu. “Kami akan selalu membantu PMI yang akan berangkat melalui jalur resmi ini, biar lebih aman dan terlindungi,” tegasnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *