oleh

Beli Tembakau Gorilla di Pasar Online, Pemuda 23 Tahun Dicokok Polisi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Penyalahgunaan narkotika masih tinggi di Bangkalan. Sepanjang 2020, terungkap 12 kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di 12 kecamatan dari 18 kecamatan di Bangkalan. Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan juga menemukan kasus baru, yakni pemakai tembakau gorilla.

Kasus ini merupakan kasus pertama yang terungkap di Bangkalan, seperti yang diucapkan oleh Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanta saat melakukan rilispers, Kamis (17/3/2021).

Kata AKBP Didik, tambakau gorilla ini dibawa oleh salah satu warga Bogor yang kebetulan datang ke Bangkalan.

“Ini semacam bentuk ganja tapi ini ada obat sintetis yang disemprotkan yang biasa disebut gorilla,” ungkapnya.

Peredaran tembakau gorilla ini, jelas AKBP Didik, biasanya di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Pelaku diduga mendapatkan barang haram itu dari secara online. Dia masih menyelidiki lebih lanjut asal barang yang dibeli melalui pesan konten online mana. Sebelumnya, awal mula tersangka memakai itu diberikan oleh temannya yang ada di Bogor.

“Dia dikasih, kemudian merasa ketagihan dan membeli lagi lewat konten online. Kami masih dalami konten onlinenya ini,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka dengan inisial R (23), sudah memakai tembakau gorilla sebanyak 5 kali. Selain itu, sejak Januari hingga Maret ini, Polres Bangkalan telah menahan 40 tersangka pengguna dan pengedar sabu. Mereka berasal dari 28 kasus.

“Dua tersangka lainnya pengguna sabu ini adalah anak dibawah umur yang saat ini sedang menjalani sidang,” jelasnya.

Dari ke 40 tersangka itu, 21 merupakan pengedar dan 19 lainnya hanya pengguna. Barang bukti yang berhasil diamankan pihak Polres Bangkalan, jenis sabu seberat 64,56 gram dan tembakau gorilla sebanyak 4,96 gram.

Sementara itu, tersangka R yang menggunakan tembakau gorilla mengakui bahwa dia pertam kali mencoba itu di Bogor. Barang memabukkan itu diberikan oleh temannya. Karena merasa ketagihan, dia menghubungi temannya itu lagi dan kemudian diberikan konten online yang bisa memesan tembakau gorilla.

“Kesini pulang ke rumah saudara di Bangkalan,” akunya.

Banyaknya kasus narkotika tersebut menjadi atensi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Kepala Kejari Candra Saptaji mengungkapkan, pihaknya akan memfokuskan penanganan pada kasus narkotika yang masih marak terjadi.

“Kasus pidana umum seperti narkotika di Bangkalan sepertinya banyak. Jadi kasus itu menjadi atensi kami agar tidak semakin tinggi,” tandasnya. (ina/waw)

KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

  • Polres 16 kasus dan polsek 12 kasus
  • Total tersangka 40 orang
  • Pengedar 21, pemakai 19,. kurir 0, bandar 0 (38 laki laki dan 2 anak anak)
  • Jumlah barang bukti:
  1. sabu 64,56 gram,. inex atau ekstasi 3 butir, tembakau gorila 4,20 gram
  • TKP:

Kamal 3, Socah 4, Sukolilo 1, Burneh 1, Geger 2, Kwanyar 1, Tanah Merah 1, Galis 4, Modung 1, Bangkalan 1, Sepuluh 5, Klampis 1, Tanjung Bumi 2)

  • Belum mengungkap kasus dari 5 kecamatan

Kokop, Konang, Arosbaya, Blega dan Tragah

Komentar

News Feed