Belum Ada dari Pusat, Dinas Perikanan Tetapkan Target Produksi Garam 235 Ribu Ton

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEMANGAT: Petambak garam sedang bekerja di lahan garam miliknya.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Arif Rusdi mengatakan, hingga saat ini target produksi garam masih belum turun dari pemerintah pusat. Salah satu solusinya saat ini Diskan mengacu pada target tahun sebelumnya, yakni 235.000 ton.

“Karena masih belum ada target produksi dari pemerintah pusat maka sementara mengacu pada target tahun 2019,” katanya, Kamis (6/8/2020).

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, garam rakyat saat ini mulai diproduksi sebanyak 1.000 ton lebih. Produksi garam saat ini berjalan terus, sehingga target produksi saat ini dipatok mengacu pada tahun sebelumnya.

“Jika tidak ditentukan targetnya, maka masyarakat atau petambak akan kebingungan, makanya kami klaim berdasarkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Alasan tidak turunnya target produksi garam dari pemerintah pusat, dirinya mengaku tidak tahu. Sebab, ranah target produksi sepenuhnya dari pemerintah pusat. Tetapi, dirinya selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat sejak awal 2020 hingga saat ini.

“Acuan kita saat ini masih pada tahun sebelumnya,” tukasnya.

Mematok pada tahun sebelumnya. Sebab, sebelumnya sudah melampaui target yakni, sebanyak 332.009 ton. Harapannya, tahun ini dapat memenuhi target. Bahkan, jika dapat melampaui sudah luar biasa. Alasannya, musim saat ini agak buruk serta lahan integrasi garam yang menjadi andalan sudah gagal.

“Insyaallah Diskan tidak mengecewakan pada petambak garam,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengaku sangat prihatin terhadap garam rakyat yang tidak terserap. Terlebih pemkab masih belum menentukan target produksi. Sebab, akan berdampak terhadap perekonomian, serta kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi garam akan berkurang.

Dirinya meminta  agar dinas terkait senantiasa melakukan pendampingan serta mengawal kebutuhan garam, mulai dari panen hingga pasca panen wajib dilakukan.

“Jika tidak segera bergegas, maka para petambak belum dapat berbuat apa-apa,” ujarnya. (imd/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *