Belum Ada Juknis, Anggaran Rp64 Miliar Ngendap

Pendidikan27 views

KABAR MADURA | Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep kembali mendapatkan anggaran besar untuk fisik, berupa pembnagunan dan perbaikan sekolah. Dana itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dari APBD Sumenep.

Masing-masing anggaran yang berasal dari dua sumber tersebut, Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Ardiansyah Ali Sobich menjelaskan, bahwa 80 persen berasal dari DAK, dan 20 persen bersumber dari APBD.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Dikatakan, bahwa program perbaikan dan pembangunan sekolah tersebut, di tahun diakui cukup banyak. Di antaranya untuk anggaran rehab dan pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) ditaksir mencapai Rp64 miliar.

“Ya, untuk perbaikan dan pembangunan sekolah itu dianggarkan Rp64 miliar tahun ini,” kata dia.

Baca Juga:  Disperpusip Pamekasan Pastikan Perpustakaan Keliling Terealisasi Tahun Ini

Kendati demikian, diakuinya, jika petunjuk teknis untuk realisasi anggaran Rp64 miliar itu hingga sekarang belum ada.

“Regulasinya, nanti tertuang dalam Peraturan Presiden. Sementara sekarang kan masih masa transisi,” ujarnya.

Dijelaskan program fisik itu memang diproyeksikan setiap tahun, tahun ini kembali mendapatkan kucuran anggaran yang cukup besar.

“Ya untuk perbaikan dan pembangunan sekolah itu dianggarkan Rp64 miliar tahun ini,” kata dia.

Dia menjelaskan secara detail, dana perbaikan dan pembangunan sekolah ini 80 persen berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 20 persen dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga:  Begini Cara Disdik Sumenep Tumbuhkan Cinta Matematika dan IPA bagi Siswa

Terpisah, Wakil Ketua Komisi lV DPRDSumenep, Siti Hosna menyampaikan, sudah seharusnya Disdik Sumenep menentukan langkah-langkah realisasi anggaran tersebut. Meskipun juknisnya belum turun.

“Misalnya aktif melakukan atau mengirimkan surat ke Kementerian Pendidikan, sehingga biar disegerakan tahapannya,” kata dia.

Sebab jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, pekerjaan DAK fisik di lingkungan Disdik Sumenep sering molor hingga bisa berpengaruh pada kualitas. Karena sampai akhir tahun, masih ada yang belum selesai 100 persen.

“Itu kan harus ada evaluasi kinerja, laporkan segela persoalan-persoalan di bawah, biar tahapannya segera diproses,” harapnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *